KPK Geledah Rumah Kepala KPP Banjarmasin Mulyono di Klaten

KPK Geledah Rumah Kepala KPP Banjarmasin Mulyono di Klaten

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Kamis, 19 Feb 2026 14:24 WIB
Rumah Mulyono di Klaten tampak lenggang setelah digeledah KPK, Kamis (19/2/2026).
Rumah Mulyono di Klaten tampak lengang setelah digeledah KPK, Kamis (19/2/2026). Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Tim penyidik KPK mendatangi rumah Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Tim menggeledah rumah Mulyono di Jalan Cemara, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah.

"Ya resmi dari KPK, kebetulan saya selaku RW diminta untuk ikut menyaksikan penggeledahan," kata Ketua RW 02 Kelurahan Klaten, Marsudianto saat ditemui detikJateng di rumahnya, Kamis (19/2/2026) siang.

Marsudi mengatakan, tim dari KPK datang ke lokasi hari ini sekitar pukul 11.00 WIB. Tim dari KPK menggunakan dua mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi dengan dua mobil. Ada surat resminya, kami bersama keluarga (keluarga Mulyono) juga membaca surat tersebut," ujar Marsudi.

Marsudi menjelaskan, ketua RT juga diminta oleh tim dari KPK untuk ikut menyaksikan penggeledahan.

ADVERTISEMENT

"Jadi saya, pihak keluarga, sama pak RT (ikut menyaksikan). Tadi dari keluarga (Mulyono) saya yang ditelepon. Begitu saya ditelepon, saya ajak pak RT untuk ikut mendampingi," kata Marsudi.

Menurut Marsudi, lokasi yang digeledah ada dua rumah. Yaitu rumah nomor 16 dan 17.

"Tadi ada 7 atau 8 orang (dari KPK) dan benar itu dari KPK. Setelah diteliti, dilakukan penggeledahan di dua tempat yaitu rumah nomor 16 dan 17," ucap dia.

Hingga saat ini Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, belum merespons saat dimintai konfirmasi detitkJateng mengenai penggeledahan tersebut.

Mulyono Terjaring OTT

Sebelumnya diberitakan, Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo, namanya mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkapnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Februari 2026.

OTT ini juga menjerat dua rekannya yang merupakan seorang ASN dan pihak swasta. Ketiganya diboyong ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Dalam OTT tersebut, tim KPK menyita uang tunai lebih dari Rp1 miliar yang diduga terkait dengan proses restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor perkebunan yang nilai totalnya mencapai puluhan miliar rupiah.

"KPK mengamankan sejumlah tiga orang. Salah satunya adalah Kepala Kantor KPP Madya Banjarmasin. Saat ini sedang perjalanan menuju Jakarta," kata Jubir KPK Budi Prasetyo dikutip dari detikNews.

OTT KPK di KPP Madya Banjarmasin dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. Dia menyebut OTT tersebut berkaitan dengan kasus restitusi pajak.

Selain itu OTT juga dibenarkan oleh Kepala Bidang P2 Humas Kantor Wilayah DJP Kalsel-teng, Tri Wibowo. Ditanya terkait sosok pejabat dan jumlah orang yang ditangkap, dia mengaku belum mengetahui terkait kasus yang menyeret instansi Kementerian Keuangan tersebut.

"(Lokasi penangkapan) di Madya," kata Tri.

"Kita belum tahu terkait kasus ini, jadi mohon teman teman media bersabar," ujar Tri.

Jejak Karier Mulyono Purwo

Mulyono Purwo Wijoyo merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Mulyono dilantik sebagai Kepala KPP Madya Banjarmasin pada Juni 2025 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan menduduki jabatan Eselon III.a sebagai Administrator di bawah Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah.

Sebelum bertugas di Banjarmasin, Mulyono pernah memimpin KPP Pratama Tanjung di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, pada tahun 2023. Sebelumnya lagi, Mulyono juga pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi II di KPP Pratama Klaten, Jawa Tengah.

Selain dikenal sebagai pejabat pajak, Mulyono memiliki sisi lain yang menarik, yaitu seorang pegiat budaya tradisional wayang kulit. Berdasarkan penelusuran, ia dikenal dalam komunitasnya dengan sebutan "Ki Mulyono Purwo Wijoyo". Ki sendiri merupakan gelar atau nama yang biasa dipakai para dalang. Mulyono sendiri aktif membagikan kegiatannya di akun Instagram @ki_mulyono.pw.

Dalam profil media sosialnya, Mulyono menyebut dirinya sebagai dalang dan juga Founder Sanggar Cemara, komunitas yang menggeluti wayang kulit serta seni tradisional lainnya. Dia kerap memadukan perannya sebagai pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan aktivitas budaya, mulai dari pagelaran wayang hingga berbagi keseharian di kanal YouTube yang dimilikinya.




(dil/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads