Polisi mengungkap dugaan penyebab kematian remaja berinisial ZMR (16) yang tewas usai perang sarung di Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Korban disebut meninggal akibat pendarahan di kepala.
Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto. Ia menjelaskan, hasil autopsi menyebut korban meninggal akibat pendarahan di otak.
"Meninggalnya karena pendarahan di otak, mungkin karena kena lecutan dari sarungnya. Sarungnya kan disimpul jadi keras, hampir kayak benda tumpul lainnya," kata Rizky saat dihubungi detikJateng, Minggu (1/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi pun memastikan tidak ada benda lain seperti batu atau gir yang dimasukkan ke dalam sarung. Para remaja itu disebut sudah sepakat tak menggunakan barang selain sarung.
"Di dalamnya nggak dikasih batu atau apa, tapi disimpul, itu kan keras banget. Mungkin dari kena lecutan dari itu kena kepala belakangnya mungkin jadi ada pendarahan di otaknya," tuturnya.
"Yang jelas penyebabnya karena pendarahan di otak. (Sarung tidak diisi pakai gir atau batu?) Nggak ada. Kan mereka ada perjanjian nggak boleh pakai alat lain kecuali sarung," sambungnya.
Rizky menjelaskan, dalam peristiwa tersebut terdapat sembilan anak yang hadir di lokasi. Namun, yang terlibat perkelahian hanya enam orang dan dilakukan secara satu lawan satu.
"Yang hadir di situ ada 9 orang, yang berkelahi cuman berenam. Pelaku berkelahi satu lawan satu dengan korban pakai sarung. (Akan ada penambahan tersangka?) Nggak ada, itu aja," jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, perang sarung itu disebut bermula dari ajakan korban sendiri. Tidak ada motif dendam maupun permusuhan.
"Keterangan teman-temannya, ini hanya karena gabut, enggak ada kegiatan malam itu. Korban ngajak temannya untuk nantang pelaku," ujarnya.
"(Motif merekayasa kasus?) Kalau itu kami nggak mendalami sampai ke sana, kita hanya terkait kejadian meninggalnya korban, di luar itu kalau ada mereka memberikan alasan yang lain ya kita nggak mendalami ke sana," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, perang sarung memakan korban jiwa di Grobogan. Seorang remaja tewas setelah terlibat perang sarung di lapangan sepakbola Dusun Mrayun, RT 3 RW 1, Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Rabu (25/2) malam.
Plt Kasi Humas Polres Grobogan, Ipda Arif Suryanto, mengatakan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Korban berinisial ZMR (16) bersama sejumlah temannya terlibat perang sarung dengan kelompok remaja lain yang masih satu dusun.
"Perkelahian antara kedua pihak tersebut dengan menggunakan sarung yang diikat ujungnya yang mengakibatkan korban awalnya lemas dan kesulitan bernafas. Akhirnya korban jatuh tersungkur ke tanah dan pingsan," tutur Arif.
Arif mengungkapkan, setelah teman-teman korban melihat kejadian tersebut, mereka kemudian membawa korban pulang ke rumah. Pihak keluarga kemudian membawa korban ke puskesmas dan di sana korban dinyatakan telah meninggal dunia.
"Kemudian teman-teman korban membawa korban ke pinggir lapangan dan selanjutnya diantarkan ke rumahnya," kata Arif.
"Selanjutnya keluarga korban membawa korban ke Puskesmas Karangrayung I untuk dilakukan pengobatan atau pemeriksaan, namun dari hasil pemeriksaan tenaga medis korban dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia," sambungnya.
(apu/apu)