KPK Obok-obok Kantor Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Siang Ini

KPK Obok-obok Kantor Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Siang Ini

Robby Bernardi - detikJateng
Jumat, 06 Mar 2026 13:17 WIB
KPK geledah kantor Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq, Jumat (6/3/2026).
KPK geledah kantor Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq, Jumat (6/3/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng
Pekalongan -

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kompleks Kantor Bupati Kabupaten Pekalongan, siang ini, Tidak hanya kantor bupati, tiga kantor lainnya yang semula disegel, kembali digeledah petugas.

Pantauan di lokasi, terlihat empat mobil rombongan petugas KPK ke Pemkab Pekalongan, sejak pukul 11.00 WIB. Rombongan itu kemudian langsung masuk menuju ke lantai dua, lokasi ruang kerja Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.

Kedatangan rombongan KPK tersebut menarik perhatian sejumlah pegawai dan awak media yang berada di lingkungan kantor Pemkab. Petugas dari KPK terlihat masuk ke area kantor bupati untuk melakukan pemeriksaan di beberapa ruangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlihat ada Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, di antara penggeledahan KPK di Kantor Bupati itu. Yulian diketahui sudah kembali menjalankan aktivitasnya di kantor Pemkab Pekalongan dua hari ini.

ADVERTISEMENT

4 Ruangan Disegel KPK

Saat dimintai konfirmasi, Sekda Pekalongan M Yulian Akbar membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik KPK. Yulian menyebut ada empat ruangan yang disegel untuk kepentingan proses penyelidikan.

"Siang ini tadi KPK sedang berlangsung kegiatan pemeriksaan (penggeledahan). Ada empat ruangan yang disegel, yakni ruang Bupati, ruang Sekda, ruang Kabag umum dan Kabag perekonomian," kata Yulian Akbar kepada detikJateng.

Sekda Pekalongan M Yulian Akbar membenarkan adanya penggeledahan dari KPK di kantor bupati, Jumat (6/3/2026).Sekda Pekalongan M Yulian Akbar membenarkan adanya penggeledahan dari KPK di kantor bupati, Jumat (6/3/2026). Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Ia menyebut proses penggeledahan masih berlangsun. Saat ini penyidik disebut sedang memeriksa sejumlah ruangan yang berada di lantai dua kantor bupati.

"Masih proses buka semua ini. Yang di lantai dua sudah mulai proses dibuka dan sedang digeledah, tadi ruang Bupati, Sekda, dan Bagian Umum," ujarnya.

Terkait jumlah tim penyidik yang datang, Yulian mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia hanya menyebut awak media yang berada di lokasi telah melihat langsung aktivitas tim penyidik.

Sementara itu, sejak ruangan kerjanya disegel, Yulian mengaku untuk sementara menjalankan tugas dari ruang lain di lingkungan kantor pemerintah daerah.

"Kalau saya pindah di ruangan untuk aktivitas. Saya sudah aktif sejak kemarin dan tetap bekerja dari sana sambil membantu teman-teman penyidik dari KPK," jelasnya.

Selain kantor bupati, Yulian juga membenarkan adanya penggeledahan di beberapa lokasi lain. Berdasarkan informasi yang diterimanya, tim KPK juga melakukan penggeledahan di rumah dinas bupati serta salah satu rumah anggota DPRD setempat.

Hingga berita ini diturunkan, proses penggeledahan oleh penyidik KPK masih berlangsung. Belum ada keterangan resmi dari KPK terkait perkara yang sedang ditangani dalam penggeledahan tersebut.

Sebelumnya KPK diketahui menggeledah rumah pribadi Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq di Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Pekalongan, Kamis (5/3) sore. Salah seorang warga setempat menyebut rombongan KPK datang menggunakan tiga mobil berjenis Toyota Innova.

"Malam harinya sempat makan di warung saya. Iya dari KPK itu," jelas salah satu warga setempat.

Menurutnya, mobil-mobil tersebut terparkir di sekitar rumah selama lebih dari satu jam sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. Rumah tersebut diketahui merupakan milik pribadi Fadia sebelum menjabat sebagai Bupati Pekalongan. Namun, menurut warga, rumah tersebut jarang ditempati.

"Rumahnya memang milik Bu Fadia sebelum jadi bupati. Tapi beliau jarang ke sini, biasanya hanya saat momen tertentu seperti hari raya kurban. Sehari-hari rumahnya kosong," katanya.




(ams/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads