Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap, Sadmoko Danardono dan sejumlah kepala dinas Kabupaten Cilacap terjaring razia OTT KPK. Setelah menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas mereka dibawa ke Jakarta naik kereta api.
Pantauan detikJateng, Bupati Syamsul keluar dari gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas pada pukul 21.12 WIB. Ia nampak mengenakan masker hijau, kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam.
Saat ditanya wartawan, Syamsul memilih bungkam. Ia berjalan ke dalam mobil Daihatsu Xenia warna hitam bernomor polisi F 1203 FBK yang sudah terparkir di halaman gedung tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syamsul keluar bersama dengan sejumlah penyidik KPK ke Stasiun Purwokerto. Selain Syamsul, nampak juga Sekda Cilacap Sadmoko Danardono beserta sejumlah kepala OPD yang mengenakan masker.
Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rahman bersama Sekda dan sejumlah Kepala OPD saat akan dibawa ke Jakarta dari Stasiun Purwokerto, Jumat (13/3/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng |
Seusai tiba di Stasiun Purwokerto, rombongan langsung menuju ruang tunggu VIP. Dari informasi yang dihimpun, rombongan menaiki kereta api Purwojaya pada pukul 21.37 WIB.
Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Cilacap. Rombongan dibawa KPK menggunakan bus ke Mapolresta Banyumas. Selain Syamsul, KPK juga informasinya membawa sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap.
"Tadi rombongan sampai sini sekitar jam 16.15 WIB. Ada banyak orang di bus, termasuk PJU," kata anggota polisi Polresta Banyumas yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).
Dari informasi yang disampaikan, selain bus KPK juga menggunakan sejumlah mobil kecil. Pantauan detikJateng, setidaknya ada tiga mobil dengan pelat nomor B dan F terparkir di halaman gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas.
"Masih pemeriksaan awal," kata sumber tersebut.
(alg/apl)
