Jejak Pelarian AS Predator Seks Pati, Dari Jakarta hingga Kuburan Terpencil

Round-Up

Jejak Pelarian AS Predator Seks Pati, Dari Jakarta hingga Kuburan Terpencil

Tim detikJateng - detikJateng
Sabtu, 09 Mei 2026 10:15 WIB
Penampakan tersangka AS saat tiba di Polresta Pati, Kamis (7/5/2026).
Penampakan tersangka AS saat tiba di Polresta Pati, Kamis (7/5/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Pati -

Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) di Pati tersangka kasus kekerasan seksual, AS, akhirnya ditangkap. Dia kabur saat polisi mengagendakan untuk memeriksanya.

Selama dua hari, AS kabur hingga ke beberapa kota. Terakhir, polisi mengendus keberadaannya di Wonogiri dan langsung memburunya.

Penangkapan AS yang diduga telah memerkosa sejumlah santriwati di ponpesnya itu menjadi salah satu berita yang banyak diakses oleh pembaca detikJateng selama sepekan terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Kabur Saat Hendak Diperiksa

Pendiri ponpes tersebut telah ditetapkan tersangka dalam kasus kekerasan seksual sejak 28 April 2026. Hanya saja dia tidak langsung ditahan. Polisi beralasan selama ini AS kooperatif.

ADVERTISEMENT

Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi mengungkap alasannya tidak langsung menahan AS.

"Ada tahapan setelah tanggal 28 April 2026 itu ditetapkan tersangka agenda pada 4 Mei 2026 ini pemeriksaan sebagai tersangka," kata Jaka, Senin (4/5/2026).

"Tersangka dengan pengacara hukum sudah berkomunikasi dengan penyidik dan bersikap kooperatif," Jaka melanjutkan.

Hanya saja, meski sempat dianggap kooperatif, AS mangkir dari panggilan polisi. Petugas juga mulai kesulitan mengontaknya.

"Iya benar (diduga kabur). Bahwa pelaku tidak kooperatif, tidak memberikan informasi kepada pengacara hukum maupun penyidik bahwa ada dugaan pelaku saat ini tidak ada di Pati. Pada saat ini proses pengejaran di lapangan," kata Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro kepada wartawan ditemui di Polresta Pati, Rabu (6/5/2026).

AS yang mangkir dari panggilan pemeriksaan membuat polisi meyakini bahwa pria itu sudah kabur. Polisi lantas melakukan pengejaran.

"Keberadaan tersangka masih dalam pencarian tim kami yang ada di lapangan," kata dia.

Kabur Berpindah Kota

Polisi melakukan pengejaran terhadap AS tersangka kasus kekerasan seksual di Pati. AS kabur saat polisi tengah mengagendakan untuk memeriksanya.

Pria tersebut akhirnya bisa ditangkap pada Kamis (7/5). Dia ditangkap saat sembunyi di Wonogiri.

"Alhamdulillah sudah (ketangkap)," jelas Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama saat dihubungi, Kamis (7/5/2026).

Dika menjelaskan AS ternyata sempat kabur dari Pati. Menurutnya tersangka sempat berpindah- pindah daerah sebelum ditangkap. Mulai dari Kudus, Bogor, Jakarta, Solo dan akhirnya ditangkap di Wonogiri.

"Sempat ke Kudus kemudian Bogor, lanjut Jakarta habis itu ke Solo kemudian Wonogiri," jelasnya.

Dika mengaku polisi telah mengejar tersangka sejak Senin (4/5) kemarin saat mangkir dari pemanggilan polisi. Selanjutnya tersangka akan dibawa ke Polresta Pati untuk mempertanggungjawabkan aksi bejatnya.

"Kami sudah melakukan pengejaran sejak 4 Mei 2026 kemarin. Sekarang berhasil diamankan dan akan kami bawa ke Polresta Pati," jelas dia.

Ngumpet di Kuburan Terpencil

Tempat persembunyian AS rupanya cukup tersembunyi dan jauh dari permukiman warga. Namun dia akhirnya ditangkap di jalan saat baru keluar dari persembunyiannya.

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Muhammad Anwar Nasir. Ia mengatakan, AS ditangkap pukul 04.45 WIB di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.

"Itu (tersangka) dari rumah tempat persembunyiannya, di rumah juru kunci petilasan. Terus dia dibawa ke sana untuk geledah," kata Anwar saat dihubungi detikJateng, Kamis (7/5/2026).

Ia menyebut, sebelumnya tim Jatanras Polda Jateng tengah melakukan surveillance alias pengejaran, dan berpapasan dengan AS di jalan yang kemudian langsung dibekuk.

"Jadi itu sebenarnya tim Jatanras Polda Jateng papasan di jalan dengan tersangka, surveillance anggota ketemu di jalan," kata Anwar.

Kepala Desa Bakalan, Sutanto, mengatakan AS datang dan bersembunyi di rumah salah warganya yang dekat dengan Gedong Giong, komplek makam Raden Gunungsari pada Rabu (6/5) pagi.

"Kronologisnya informasi dari warga, yang menerima tamu hari Rabu masuk Desa Bakalan. Naik ojek dari Kecamatan Purwantoro, jam 07.00 pagi. Di Bakalan ganti ojek untuk menuju puncak itu, jaraknya sekira 1 km dari pemukiman warga yang ramai. Menuju ke salah satu rumah warga, menginap di sana," kata Sutanto kepada awak media, Kamis (7/5/2026).

Awalnya, warga tidak mengetahui jika AS merupakan buronan polisi. Warga juga tidak mengenali AS.

AS kemudian numpang beristirahat di rumah warga yang berdekatan dengan Gedong Giong. Disana, AS diterima pemilik rumah tanpa rasa curiga, karena memang peziarah Raden Gunungsari sering istirahat di sana.

"Tidak kenal, cuma numpang karena lokasi rumah berdekatan dengan makam.
Rumahnya warga ini sering digunakan mampir peziarah, bukan juru kunci juga, rumahnya cuma dekat saja, jadi digunakan untuk mampir," ucapnya.

Kepada warga AS mengaku sedang melakukan ritual. Dan oleh gurunya diminta untuk berziarah ke makam Raden Gunungsari.

"Ceritanya yang bersangkutan mengaku disuruh gurunya berpuasa tiga tahun. Saat ini baru dapat tiga bulan, terus disuruh kesana. Warga tidak curiga, tidak ada yang tahu. Tempatnya itu juga jauh dari pemukiman. Memang biasa datang orang luar kota yang berziarah, jadi tidak ada yang curiga," terangnya.

Keberadaan AS berhasil diketahui pihak kepolisian dan ditangkap pagi tadi. Sutanto mengaku, warga tidak ada yang mengetahui BeritaKlik-BeritaKlik AS ditangkap. Sebab, saat penangkapan AS sempat keluar rumah meminjam motor dengan alasan menemui temannya.

"Ditangkapnya sudah bukan di rumah warga, pagi itu pinjam sepeda motor, ngakunya untuk bertemu temannya. Lha pas keluar dan di jalan itu ditangkapnya," imbuhnya.



Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Soeharto Pahlawan-Aksi Cium Gus Elham Tuai Kecaman"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads