Usai Bunuh Bilqis di Sragen, Blendus Jual Motor-HP Hasil Rampokan

Usai Bunuh Bilqis di Sragen, Blendus Jual Motor-HP Hasil Rampokan

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 10 Jun 2026 18:34 WIB
Polisi saat melakukan olah TKP temuan bocah SD tewas di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026).
Polisi saat melakukan olah TKP temuan bocah SD tewas di Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sabtu (6/6/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Sragen -

Pelaku perampokan menewaskan siswi SD di Sragen, Suparman alias Blendus (53) menjual sepeda motor dan handphone milik korban. Hal itu dilakukan Suparman usai membunuh Bilqis Rajiansyah Lestari (11).

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indiyasari, mengatakan pihak kepolisian bergerak cepat melacak keberadaan barang-barang berharga tersebut. Saat ini, seluruh barang bukti beserta penadah yang membeli motor korban telah berhasil diringkus oleh tim Resmob Satreskrim Polres Sragen.

"Untuk barang bukti Honda Vario itu sempat dijual kepada seseorang, dan ini orang yang membeli (penadah) juga sudah kita amankan. HP-nya juga dijual dan sudah kita temukan," kata Dewiana saat ditemui di Mapolres Sragen, Rabu (10/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Dewiana mengatakan dari hasil pemeriksaan awal, motif utama Blendus tega menghabisi nyawa korban murni karena ingin menguasai harta milik korban.

"Motifnya adalah pelaku ingin menguasai harta milik korban, yaitu sepeda motor Vario dan juga satu handphone," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Dirinya menyebut dalam aksi pencurian dengan kekerasan (curas) ini buruh tani asal Kedung Sopo, Desa Bumiaji, Gondang, itu merupakan pelaku tunggal. Meski begitu, pihaknya masih mendalami adanya peran orang lain.

"Ini masih kita dalami lebih lanjut. Tapi untuk saat ini, tersangka masih pelaku tunggal," tuturnya.

Dewiana menegaskan pihak penyidik masih mendalami lebih lanjut mengenai total uang yang didapat pelaku dan digunakan untuk apa saja uang hasil penjualan tersebut.

"Masih kita dalami lebih lanjut (penggunaan uang hasil kejahatan)," terangnya.

Selain melacak aliran barang bukti yang dijual, polisi juga melakukan penyisiran di sekitar Jembatan Ndrojo, Sambungmacan. Langkah ini dilakukan untuk mencari pakaian berupa kaus dan celana yang dikenakan pelaku saat mengeksekusi korban.

"Jadi, untuk mencari pakaian yang dikenakan oleh pelaku ketika melakukan kejahatan (penelusuran hingga jembatan Ndrojo). Berdasarkan pengakuan dari pelaku, bahwa pelaku setelah melakukan kejahatan tersebut membuang pakaiannya, yaitu kaus dan juga celana di sekitar Sungai Bengawan Solo dan alhamdulillah sudah ketemu semua," jelas Dewiana.

Untuk diketahui, Bilqis ditemukan tewas di dalam rumahnya pada Jumat (5/6) lalu. Ibu korban, Dewi Sri Lestari, histeris ketika mendapati putrinya tidak bernyawa dengan sejumlah luka.

Sejumlah barang termasuk motor dan ponsel hilang. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya pelaku ditangkap di wilayah Kecamatan Gondang.




(alg/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads