Kronologi Nenek-Wanita Muda di Patikraja Banyumas Dihabisi Cucu

Kronologi Nenek-Wanita Muda di Patikraja Banyumas Dihabisi Cucu

Tim detikJateng - detikJateng
Minggu, 14 Jun 2026 18:09 WIB
Garis polisi di lokasi temuan dua mayat wanita diduga korban pembunuhan di Desa Patikraja,  Kabupaten Banyumas, Jumat (12/6/2026).
Garis polisi di lokasi temuan dua mayat wanita diduga korban pembunuhan di Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jumat (12/6/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Solo -

Penemuan mayat wanita lanjut usia (lansia) dan mayat wanita muda bikin heboh warga Patikraja, Banyumas. Kedua wanita itu tewas dihabisi A alias D (24) yang merupakan cucu korban Kartinah (81) dan juga selingkuhan korban berinisial AA (18).

Ironisnya, jasad Kartinah ditemukan di dalam sumur, sedangkan AA ditemukan bersimbah darah di kamar. Pelaku sendiri sempat kabur, namun akhirnya ditangkap di Banjarnegara.

Kronologi Nenek-Wanita Muda Dihabisi Cucu

Dihimpun detikJateng berikut kronologi penemuan mayat hingga penangkapan pelaku:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kamis, 11 Juni 2026

Pukul 19.30 WIB

A memukul neneknya dengan palu hingga terjatuh. Kemudian neneknya itu dicekik hingga meninggal.

"Pertama yang dibunuh neneknya. Pakai palu dipukul bagian leher, jatuh kemudian pelaku mengikat leher menggunakan tali rafia dan dicekik hingga meninggal dunia," ungkap Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi, Sabtu (12/6).

ADVERTISEMENT

Setelahnya, A menelepon pacar gelapnya dengan niat untuk dihabisi. Wanita itu kemudian diajak ke rumah neneknya.

"Dia itu sudah merencanakan akan membunuh selingkuhannya. Setelah bertemu, korban diajak ke rumah neneknya. Di lokasi sempat terjadi cekcok karena pelaku ingin menguasai HP dan motor korban kedua," kata Petrus.

Pelaku disebut sengaja mencari-cari bahan pertengkaran dengan pacar gelapnya itu. A lalu mengecek notifikasi WhatsApp dari laki-laki lain di ponsel korban.

"Tersangka berpura-pura melihat ada notifikasi WhatsApp dari laki-laki lain, hingga akhirnya wanita ini juga dibunuh," ujarnya.


Jumat, 12 Juni 2026

Pukul 06.00 WIB

Jasad kedua korban itu ditemukan di salah satu rumah di Patikraja, Banyumas. Tetangga korban saat itu melihat cucu (pelaku) masih berada di dalam rumah korban, Kartinah.

"Yang dicurigai masih tidur di dalam rumah. Terus dibangunin sama saudaranya. Ditanya mbahnya di mana, jawabnya pergi. Ditanya lagi, pokoknya pergi lah, sana cari sendiri," kata Sudarmo kepada wartawan, Jumat (12/6).

Setelah itu, cucu korban pergi dan sempat dicegat warga. Setelahnya, warga mulai memeriksa setiap ruangan dan menemukan jasad wanita muda AA.

"Terus dibukain setiap kamar. Ada orang perempuan bersimbah darah. Akhirnya geger, tetangga jadi tahu semua," ujarnya.

Warga kemudian berupaya mencari keberadaan pemilik rumah yang diketahui bernama Kartinah. Pencarian mengarah ke sumur yang berada di sekitar rumah setelah warga melihat penutup sumur dalam kondisi terbuka.

"Jadi tahunya si Mbah ini di sumur, dicari sama warga, ditelusuri. Terus lihat sumur tutupnya terbuka jadi curiga. Tambah siang jadi kelihatan, terus disorot pakai senter jadi kelihatan," ungkapnya.

Pada hari yang sama polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Disebutkan AA ditemukan dalam kamar yang jarang digunakan, sedangkan jasad Kartinah di dalam sumur.

"AA ditemukan di posisi sudah berada di sebuah kamar, tapi tidak dipakai, mungkin seperti gudang. Kemudian yang inisial K ditemukan di dalam sumur, sehingga kami harus melakukan evakuasi dengan meminta bantuan SAR Unit Banyumas," kata Kapolsek Patikraja AKP Eko Sutanto.

Sekitar pukul 11.00 WIB

Polisi menangkap A alias D di kawasan Banjarnegara. A sempat kabur usai menabrak warga.

"Tidak lama setelah laporan masuk, tim langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial A alias D (24) di wilayah Banjarnegara," kata Kapolresta Banyumas, Kombes Petrus Silalahi. Disebutkan A ditangkap sekitar lima jam setelah mendapat laporan temuan mayat.

"Jadi saat kejadian ada warga yang menjumpai D yang merupakan cucu K berada di dalam rumah. Saat hendak dimintai keterangan, yang bersangkutan justru melarikan diri menggunakan sepeda motor dan sempat menabrak warga," sambung Petrus.

Sabtu, 13 Juni 2026

Polisi menetapkan A alias D sebagai tersangka pembunuhan. Hingga saat ini polisi masih mendalami kasus pembunuhan yang bermotif untuk menguasai harta korbannya ini.

"Sudah kita proses dan ditetapkan sebagai tersangka, yaitu A alias D (24) yang membunuh neneknya berinisial K (81) dan wanita selingkuhannya berinisial A (18)," kata Petru, Sabtu (13/6).

Polisi menyebut A tega membunuh neneknya karena tak diberi uang. Selain itu, korban sempat mengungkit soal utang pelaku.

"Motifnya ekonomi. Jadi dia ingin menguasai barang dan uang milik neneknya. Karena dia datang minta uang tidak dikasih, neneknya malah mengungkit utangnya," jelasnya




(ams/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads