3 Wanita Jadi Korban Dukun Pemerkosa Putri Kandung, Modus Nikah Gaib

3 Wanita Jadi Korban Dukun Pemerkosa Putri Kandung, Modus Nikah Gaib

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Jumat, 03 Jul 2026 16:57 WIB
Ilustrasi dukun cabul atau penipu
Foto: Ilustrasi dukun cabul oleh Edi Wahyono
Sukoharjo -

Korban dukun cabul di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, FA (51), terus bermunculan. Kini ada tiga wanita mengaku korban, membuat pengaduan ke polisi.

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Zaenudin mengungkap pihak pengadu berusia 24 tahun. Dia telah menerima laporan dari Kanit PPA Polres Sukoharjo.

"Baru pengaduan, masih kami dalami," kata Zaenudin saat dimintai konfirmasi detikJateng, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, kuasa hukum korban, I Made Ridho Ramadhan, mengatakan setelah kasus FA menyetubuhi putri kandungnya terungkap, korban lain mulai berani untuk melapor. Para korban merupakan pasien FA, yang selama ini dikenal sebagai dukun.

"Total korban baru tiga orang yang berani speak-up kepada kami. Sudah kami proses, dan kemarin sudah kami dampingi untuk membuat aduan di Polres Sukoharjo," kata Ridho saat ditemui detikJateng, hari ini.

ADVERTISEMENT

Dari tiga korban itu, hanya satu yang menjadi pengadu sedangkan dua korban lainnya menjadi saksi. Aduan yang dibuat terkait dugaan pelecehan seksual.

Ridho mengatakan dua korban baru masih berusia sekitar 24 tahun, sedangkan satu korban lainnya berusia 30 tahunan. Ketiganya masih lajang.

Modus Dukun Cabul: Nikah Gaib

Mereka termakan bujuk rayu dari tersangka yang mengaku memiliki kesaktian. Tersangka juga melakukan bujuk rayu agar korban menuruti kemauan bejatnya.

"Dengan jebakan ilusinya, korban diyakinkan jika sudah menjadi istri tersangka secara gaib, modusnya seperti sudah nikah gaib, dan terus dipageri. Hubungan mereka sudah direstui oleh alam gaib," ucapnya.

Ironisnya, perlakukan tersangka terhadap para korban ini sama seperti yang dilakukan pelaku terhadap putrinya. Para korban pun tidak hanya satu kali dicabuli.

"Pelapor ini mengenal korban Maret 2025. Maret itu sudah dilecehkan, satu bulan kemudian terjadi persetubuhan. Korban satunya hampir-hampir sama juga. Kalau satu korban lainnya mengalami pelecehan," terangnya.

"Korban ini hampir setiap minggu (disetubuhi). Mungkin seminggu bisa dua kali," imbuhnya.

Dia berharap laporan tersebut bisa diproses untuk memperberat hukuman pelaku. Selain itu, ia juga meminta pihak terkait untuk membantu para korban untuk pemulihan psikologis.

Diberitakan sebelumnya, FA selama ini dikenal sebagai dukun, dan korban datang untuk berobat. FA sudah lama membuka praktek perdukunan.

"FA selama ini dikenal sebagai orang pintar (dukun), dia sudah punya tempat praktek spritual di rumah kontrakannya," kata Ridho, saat dihubungi awak media, Selasa (30/6).

Ridho mengatakan, FA merupakan sosok yang lihai dalam meyakinkan korbannya jika dirinya adalah sosok yang sakti. Korban yang rata-rata masih berusia muda pun percaya dengan pelaku.

Untuk meyakinkan pasiennya, FA sering kali membuat atraksi bisa menarik keris atau paku dari tubuh korban.

"Dari keterangan dua korban (baru) yang kita himpun, ada perempuan muda yang mengalami masalah psikologi datang ke FA. Ternyata terapinya itu metodenya sama, pada ujungnya kekerasan seksual," terangnya.

"Persetubuhan dilakukan lebih dari satu kali, dengan ancaman jika tidak mau dibersihkan dan dipagari, istilahnya balanya atau kesialan itu tetap menghantui, jadi harus dibentengi terus," imbuhnya.




(ams/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads