Mendes Yandri Mau Desa Jadi Pemain Utama Ekonomi di Indonesia, Ini Jurusnya

Hari Desa Nasional

Mendes Yandri Mau Desa Jadi Pemain Utama Ekonomi di Indonesia, Ini Jurusnya

Jarmaji - detikJateng
Rabu, 14 Jan 2026 13:54 WIB
Menteri Desa PDT, Yandri Susanto.
Menteri Desa PDT, Yandri Susanto. Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, berharap desa bisa menjadi pemain utama ekonomi di Indonesia. Pameran produk unggulan desa dan UMKM dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali disebut menjadi salah satu cara untuk memastikan desa memiliki daya saing.

Pameran produk unggulan desa dan UMKM berlangsung mulai hari ini. Dibuka langsung oleh Menteri Desa, Yandri Susanto, di Kebun Raya Indrokilo, Mojosongo, Boyolali.

"Melalui pameran produk unggulan desa ini kita ingin memastikan bahwa desa itu hebat. Desa itu bukan lagi pemain pinggiran, tapi sekarang desa menjadi pemain utama ekonomi di Indonesia," ujar Mendes PDT, Yandri Susanto, dalam sambutannya pembukaan pameran tersebut, Rabu (14/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan hadirnya program-program yang menyasar langsung ke desa, sehingga diharapkan perekonomian masyarakat desa akan meningkat.

ADVERTISEMENT

"Hadir Kopdes, hadir MBG, ada Bumdes, nanti ada desa wisata, desa ekspor, kemudian dan lain sebagainya. Ada desa tematik, desa lele, desa nila, desa melon, desa jagung, desa kopi dan lain sebagainya, dan dunia itu butuh itu. Apalagi kita sekarang MBG perlu bahan yang banyak," jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, sudah ada desa yang telah melakukan ekspor ke sejumlah negara. Kementerian Desa akan fokus pada bisnis BUMDes untuk menghadirkan produk-produk unggulan desa yang bisa dikemas dan melakukan hilirisasi untuk diekspor.

Bersama kementerian/lembaga terkait, khususnya Kementerian Perdagangan, Kemendes akan menciptakan 5.000 desa ekspor.

"Jadi harus kita pastikan pameran ini bukan sekedar pameran. Kita melakukan usaha maksimal, dari Hari Desa Nasional ini akan lahir desa-desa yang membanggakan kita semua. Jadi, bukan sekedar hanya seremonial. Kami serius. Kami kerja sama dengan Kementerian Lembaga untuk memastikan bahwa desa itu benar on the track untuk menyongsong Industri Emas tahun 2045," tegasnya.




(alg/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads