SPPG Polres Kudus Bagikan Makan Bergizi-Sembako ke Warga Terdampak Banjir

SPPG Polres Kudus Bagikan Makan Bergizi-Sembako ke Warga Terdampak Banjir

Dian Utoro Aji - detikJateng
Rabu, 14 Jan 2026 17:15 WIB
Polres Kudus memberikan bantuan MBG kepada warga Kesambi Kecamatan Mejobo yang mengungsi di Balai Desa, Rabu (14/1/2026).
Polres Kudus memberikan bantuan MBG kepada warga Kesambi Kecamatan Mejobo yang mengungsi di Balai Desa, Rabu (14/1/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Kudus -

Puluhan warga Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus mengungsi karena rumahnya kebanjiran. Polres Kudus pun turun tangan membantu memberikan seribu makanan bergizi gratis kepada warga.

Ada seribu makanan bergizi yang dibagikan Polres Kudus di posko pengungsi Desa Kesambi dan Payaman. Tak hanya itu, jajaran anggota polisi wanita juga memberikan jajanan kepada anak-anak yang ada di pengungsian.

"Kami melakukan kegiatan berkunjung kepada saudara kami yang terdampak banjir yang ada di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo," kata Wakapolres Kudus, Kompol Rendi Johan Prasetyo, kepada wartawan ditemui di lokasi, Rabu (14/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rendi menjelaskan, di Kesambi, ada 40 warga yang mengungsi. Mereka kebanyakan adalah perempuan dan anak-anak.

ADVERTISEMENT

"Kami dapati ada 40 orang didominasi ibu-ibu dan anak-anak yang mengungsi atau dievakuasi di Balai Desa," jelasnya.

Lebih lanjut seribu porsi paket makanan ini diberikan di dua lokasi titik pengungsian.

"Kami alokasi 1.000 paket makanan untuk warga Mejobo. Ini Kesambi ada 500 paket, sisanya di Desa Payaman dan yang lain," jelasnya.

Langkah ini, kata dia, sebagai respons cepat untuk mendukung pemenuhan gizi terutama bagi warga Kudus yang terdampak banjir.

Polres Kudus memberikan bantuan MBG kepada warga Kesambi Kecamatan Mejobo yang mengungsi di Balai Desa, Rabu (14/1/2026).Polres Kudus memberikan bantuan MBG kepada warga Kesambi Kecamatan Mejobo yang mengungsi di Balai Desa, Rabu (14/1/2026). Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

"Ini sebagai bentuk respons sosial untuk mendukung pemenuhan gizi, yang pertama. Kedua terkait dampak-dampak mata pencaharian di area banjir, TNI Polri untuk memberikan kontribusi yang sehat untuk warga yang terdampak," ujarnya.

Kepala Desa Kesambi, Muhammad Masri, mengatakan ada sebanyak 500 rumah terdampak banjir. Di antaranya 360 rumah kebanjiran sampai dalam.

"Alhamdulillah dibantu Polres Kudus dan langsung kita berikan kepada warga. Skala prioritas kepada warga yang terendam," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo turun langsung mengecek kondisi banjir.

Pengecekan banjir dimulai dari Dukuh Goleng, Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati. Bantuan diberikan kepada 20 warga terdampak banjir yang mengungsi di TPQ Khurriyatul Fikri, Desa Pasuruan Lor.

Kegiatan kemudian berlanjut ke MI Hidayatus Shibyan, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, yang dijadikan lokasi pengungsian warga. Di tempat tersebut, Kapolres Kudus kembali menyerahkan bantuan sembako serta memastikan kondisi kesehatan dan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Total bantuan yang disalurkan sebanyak 100 paket sembako. Setiap paket berisi 5 kilogram beras premium, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, 1 pack teh celup, serta 5 bungkus mi instan.

Selain itu, bantuan tambahan berupa 400 kilogram beras, 40 karton mi instan, 40 nampan telur ayam, 200 kilogram gula pasir, dan 30 liter minyak goreng juga diserahkan.

Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya untuk penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan keamanan lingkungan warga terdampak banjir.

"Saya telah memerintahkan seluruh anggota di lapangan untuk melaksanakan patroli dan penjagaan di kawasan permukiman warga yang rumahnya ditinggal mengungsi," kata Heru.

"Langkah ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," imbuhnya.

Selain itu, Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

"Kami mengimbau warga untuk terus memantau perkembangan cuaca dan debit air. Apabila kondisi tidak memungkinkan, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman dan percayakan keamanan rumah kepada petugas kepolisian," jelasnya.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads