Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menonton 5 nominasi Festival Film Desa. Nonton bareng layar tancep Festival Film Desa itu berlangsung di depan Lembu Sura, halaman kantor Setda Boyolali, malam ini.
Hadir ikut menonton, Wakil Menteri Desa, Ahmad Riza Patria; anggota DPR-RI, Muhammad Hatta; Sekda Provinsi Jateng, Sumarno; Bupati Boyolali, Agus Irawan; Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana; Sekda Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani dan sejumlah pejabat Kemendes.
Ada 5 nominasi film desa yang diputar. Yakni berjudul Mijil, Negeri Gerabah Kampung Abar, Panca Waluya, People dan Update Status. Film-film tersebut merupakan karya-karya generasi muda warga desa dari seluruh Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendes Yandri Susanto mengatakan, festival film desa ini merupakan cara dari Kementerian Desa untuk mengangkat potensi yang ada di desa.
"Selamat buat lima nominasi, besok akan diumumkan di Hari Desa Nasional, yang menyaksikan banyak sekali ribuan orang dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan ikhtiar kita ini akan menjadi awal yang baik di Hari Desa Nasional, tonggak sejarah bagi Indonesia karena kita bergerak dari Boyolali," kata Yandri Susanto dalam sambutannya usai menyaksikan pemutaran 5 nominasi festival film desa, Rabu (14/1/2026) malam.
Dikemukakan Yandri, semua lini potensi digarap untuk menggeser air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan. Mulai dari Liga Desa, Film Desa, Youtuber, Desa Ekspor, Desa Wisata, Desa Tematik, Pemuda-pemudi Pelopor Desa.
"Karena dengan begitu, mesin uang itu akan datang. Dan itulah cara kita untuk menahan laju urbanisasi. Tadi saya senang tuh. Pemain-pemain itu anak muda. Karena kita khawatir generasi muda sekarang nggak bangga lagi jadi orang desa. Malu menjadi orang desa ini berbahaya kalau kita teruskan," ungkapnya.
Dia mencontohkan, di negara Jepang 94% desanya kosong. Banyak rumah yang kosong dan bahkan dijual murah tidak laku. Anak-anak remaja baik wanita dan pria, 25 persen tidak mau menikah.
"Nah inilah maksud kami, kalau desa kita lupakan, desa tidak kita urus, maka tidak menutup kemungkinan, laju urbanisasi itu akan semakin kencang dan ini berbahaya buat sebuah negara. Maka Bapak Presiden mengatakan asta cita keenam itu membangun dari desa dan dari bawah," jelasnya.
"Inilah harus kita kawal. Sama-sama Bapak Ibu, kami tidak bisa sendirian. Kita butuh semua kerja sama kolaborasi dari generasi muda, dari muda desa, dari kepala desa, dari perangkat desa, BPD, Bupati, Walikota, Pemprov, Kementerian Lembaga, semuanya kita bersatu padu. Dan kalau kita semua melakukan yang terbaik, saya kira nanti akan kita menikmati hasilnya," sambungnya.
Dengan komitmen bersama, lanjut dia, desa-desa di Indonesia akan semakin maju dan akan lahir sineas-sineas yang handal untuk Republik Indonesia.
(afn/afn)
