Mendes Targetkan 5.000 Desa Ekspor Untuk Kebangkitan Ekonomi Nasional

Hari Desa Nasional

Mendes Targetkan 5.000 Desa Ekspor Untuk Kebangkitan Ekonomi Nasional

Serly Putri Jumbadi - detikJateng
Kamis, 15 Jan 2026 11:50 WIB
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di puncak perayaan Hari Desa Nasional 2026, Kamis (15/1/2026).
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di puncak perayaan Hari Desa Nasional 2026, Kamis (15/1/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja.
Boyolali -

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menargetkan pembentukan 5.000 Desa Ekspor guna membangkitkan ekonomi desa sekaligus mendorong pemerataan ekonomi nasional. Hal itu disampaikan Yandri saat puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Mojosongo, Boyolali.

Yandri menegaskan, desa memiliki peran strategis sebagai subjek utama pembangunan, sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah.

"Kita punya program Desa Ekspor. Target kita insyaallah ada 5.000 Desa Ekspor. Di periode kepemimpinan sekarang, saya sudah banyak melepas ekspor perdana mulai dari kopi, kemiri, ikan, sampai kentang," kata Yandri dalam sambutannya, Kamis (15/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, penguatan desa melalui ekspor produk unggulan akan menjadi penggerak utama kebangkitan ekonomi sekaligus upaya nyata pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

Yandri menyebutkan, Indonesia memiliki 70 ribu lebih desa dengan potensi sumber daya alam dan manusia yang sangat besar. Namun, potensi tersebut tidak bisa digarap oleh satu kementerian atau satu sektor saja.

ADVERTISEMENT

"Pesan Bapak Presiden Prabowo, kita ini bukan Superman, tapi kita adalah Super Team. Modal kita adalah kolaborasi, kebersamaan, kekompakan, dan keguyuban untuk memajukan Republik Indonesia," ujarnya.

Yandri juga memaparkan 12 Aksi Bangun Desa yang disiapkan Kementerian Desa untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Program tersebut mencakup penguatan BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, desa tematik berbasis komoditas seperti desa lele, desa padi, hingga desa jagung, serta pengembangan desa wisata.

Ia mencontohkan, sejumlah desa wisata bahkan mampu mencatatkan pendapatan hingga miliaran rupiah per tahun. Selain itu, seluruh program desa diarahkan untuk mendukung perputaran ekonomi, termasuk menopang program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Siklus ekonomi itu bergerak dan ujungnya ada di desa. Alam sudah terbentang luas, potensinya sudah ada. Tinggal bagaimana kita kompak dan bersatu," tegas Yandri.

Yandri pun mengajak seluruh elemen desa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, BPD, hingga masyarakat, untuk menjadikan Hari Desa Nasional sebagai momentum memperkuat persatuan dan menyukseskan pemerintahan.

"Dengan pemimpin yang kuat seperti Bapak Presiden Prabowo, ayo kita songsong Indonesia Maju dan Indonesia Hebat. Dan itu dimulai dari desa," pungkasnya.

Di puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 hari ini dihadiri puluhan ribu peserta. Para peserta merupakan seluruh kepala desa se-Jawa Tengah, Asosiasi Desa se-Indonesia, OPD Jawa Tengah dan Boyolali. Selain itu juga dihadiri Forkopimda Jawa Tengah dan Boyolali, Ketua PKK se-Jawa Tengah serta para menteri Kabinet Merah Putih.

Masyarakat bisa menyaksikan rangkaian acaranya secara langsung melalui streaming di BeritaKlik. Jangan lewatkan momen penting membangun Indonesia dari desa. Live streaming bisa disaksikan di detikPagi, TikTok BeritaKlik, Youtube BeritaKlik.

Peringatan Hari Desa Nasional 2026 dipersembahkan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, serta didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Pupuk Indonesia, dan PT Bank Syariah Indonesia (Tbk).




(apl/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads