Ada Pawai Ogoh-ogoh Diikuti Ribuan Peserta di Semarang Minggu Besok

Ada Pawai Ogoh-ogoh Diikuti Ribuan Peserta di Semarang Minggu Besok

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Jumat, 24 Apr 2026 19:36 WIB
Gelaran Pawai Ogoh-Ogoh di Kota Semarang. Foto diunggah Jumat (24/4/2026).
Gelaran Pawai Ogoh-Ogoh di Kota Semarang. Foto diunggah Jumat (24/4/2026). Foto: dok. Pemkot Semarang
Semarang -

Pawai Ogoh-Ogoh bakal digelar di Kota Semarang pada Minggu (26/4) dari Balai Kota Semarang menuju Simpang Lima. Pawai tersebut bakal diikuti oleh ribuan peserta termasuk dari luar kota.

Acara tersebut merupakan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Ditampilkan pula iring-iringan seni dan budaya lintas etnis.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyebut pawai tahun ini tampil lebih megah karena adanya partisipasi aktif dari berbagai wilayah di luar Semarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini ada dukungan nyata dari PHDI Jepara, PHDI Kendal, hingga Kelompok Beleganjur dari Jogjakarta yang pada penyelenggaraan sebelumnya tidak ada. Selain keterlibatan kelompok musik tersebut, perbedaan besar tahun ini juga terlihat pada pementasan Sendratari Legenda Rawa Pening sebagai penutup acara di Simpang Lima," sebut Agustina dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Jumat (24/4/2026).

ADVERTISEMENT

Pawai tersebut mengusung semangat Sesanti Memayu Hayuning Bhawono untuk menciptakan Semarang yang aman, Memayu Hayuning Sesami untuk Semarang yang toleran, dan Memayu Hayuning Diri sebagai bentuk komitmen toleransi. Hal ini berjalan seiring dengan capaian Kota Semarang sebagai peringkat ketiga Kota Paling Toleran di Indonesia versi SETARA Institute tahun 2026.

"Capaian dari SETARA Institute adalah bukti nyata bahwa masyarakat kita sangat terbuka. Warga bisa melihat langsung bagaimana Beleganjur dari berbagai daerah bersanding dengan rebana, angklung, kuda lumping, leak, Barongsai, sampai Warak Ngendog khas Semarang dalam satu rute yang sama sebagai simbol keindahan dalam perbedaan," jelas Agustina.

Pawai bakal berlangsung sejak pukul 14.00 WIB dengan menempuh rute dari Jalan Pemuda di depan Balai Kota Semarang, melintasi Tugu Muda, Jalan Pandanaran, hingga berakhir di Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Agustina mengajak seluruh warga, baik dari kota Semarang maupun luar daerah, untuk datang dan menyaksikan langsung perayaan keberagaman ini.

"Mari kita saksikan dan rayakan bersama momentum ini sebagai pengingat untuk terus merawat harmoni yang sudah menjadi identitas Ibu Kota Jawa Tengah. Pawai ini adalah milik kita semua, tempat di mana seni budaya dari berbagai latar belakang bisa tumbuh dan diapresiasi oleh siapa saja," terangnya.

Lebih lanjut, Agustina mengatakan, penutupan jalan dilakukan guna memberikan ruang bagi iring-iringan defile yang cukup panjang, mulai dari perwakilan etnis hingga kelompok Beleganjur lintas daerah.

"Karena rutenya melalui jantung kota, yaitu dari Balai Kota menuju Simpang Lima, maka sterilisasi jalur protokol menjadi prioritas. Kami sudah memetakan titik-titik penyekatan agar arus lalu lintas bisa mengalir meski rute utama ditutup," bebernya.

Penyekatan dilakukan dari area utara di Simpang Eka Karya dan Bundaran Hotel Siliwangi untuk mengalihkan arus yang menuju Tugu Muda. Sementara itu, bagi warga yang datang dari arah Jalan Thamrin (KFC) dan Fatima Zahra, petugas akan mengarahkan kendaraan untuk menggunakan jalur alternatif guna menghindari kepadatan di koridor Jalan Pandanaran.

Sementara itu, titik krusial lainnya berada di Simpang Pandanaran 1 dan akses masuk Simpang Lima. Bagi pengendara dari arah selatan atau Polda Jateng, arus di Bundaran Air Mancur Pahlawan bakal diarahkan untuk memutar demi menjaga sterilisasi kawasan Lapangan Pancasila selama rangkaian acara berlangsung.

Agustina menekankan agar pengunjung tidak memarkirkan kendaraan di bahu jalan sepanjang rute pawai demi memastikan kelancaran ruang gerak pawai Ogoh-Ogoh.

"Kami sediakan kantong parkir resmi di beberapa titik strategis. Untuk area start ada di DP Mall dan Gedung Parkir Balai Kota. Bisa juga menggunakan SMA 3 Semarang dan Museum Mandala Bhakti. Sedangkan untuk titik finish, warga bisa parkir di Ex Gama Plaza atau di belakang Masjid Baiturrahman," jelasnya.

Gelaran tersebut bakal ditutup dengan pementasan spesial Sendratari Legenda Rawa Pening di Simpang Lima.

"Mari ajak keluarga dan kerabat untuk datang dan menyaksikan langsung kemeriahan Pawai Ogoh-Ogoh Minggu besok. Mari kita rayakan keberagaman dan indahnya toleransi di Kota Semarang dengan tetap menjaga ketertiban serta kebersihan selama acara berlangsung," pungkas Agustina.

Halaman 2 dari 2
(apu/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads