Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, membuka layanan Cathlab (Catheterization Laboratory) di RSUD Brebes. Layanan ini untuk menangani pasien darurat jantung dan stroke.
Layanan ini resmi dibuka Selasa (12/5) di Aula RSUD Brebes. Selain Bupati Brebes, peresmian ini juga dihadiri Dirut BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito.
Bupati Mitha mengatakan, layanan cathlab menjadi harapan baru bagi masyarakat. Terutama mereka yang mengidap penyakit jantung akan dengan mudah mendapatkan pelayanan kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan sekadar menghadirkan alat, tetapi menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Brebes," kata Bupati Brebes.
Cathlab, lanjut Bupati Brebes, menjadi solusi strategis karena masyarakat Brebes kini tidak perlu lagi pergi jauh ke luar kota untuk mendapatkan penanganan penyakit jantung dan stroke.
"Kita semua memahami bahwa dalam kondisi darurat, waktu adalah segalanya. Time is muscle dan time is brain. Mereka tidak perlu keluar kota mencari layanan cathlab," ujarnya.
Paramitha berharap peluncuran layanan tersebut menjadi langkah besar dalam penguatan layanan jantung dan stroke bagi masyarakat Brebes dan wilayah Pantura Barat.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito menyebut keberadaan layanan Cathlab di RSUD Brebes menjadi langkah penting dalam memperluas akses penanganan penyakit jantung di Indonesia.
Saat ini layanan Cathlab merupakan fasilitas penting di rumah sakit dan bertujuan membantu dokter menangani penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia.
"Sekarang baru ada 261 Cathlab di Indonesia, sementara ribuan rumah sakit masih antre untuk bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," ujar Dirut BPJS Kesehatan.
Prihati menegaskan, layanan cathlab sangat penting terutama untuk menangani kasus serangan jantung yang membutuhkan kecepatan penanganan.
"Cathlab ini diutamakan untuk yang serangan jantung. Jadi harus ada penanggung jawab layanan selama 24 jam," tegasnya.
Dengan adanya layanan ini, Dirut BPJS Kesehatan menyatakan siap mendukung kerja sama layanan cathlab di RSUD Brebes selama seluruh persyaratan telah dipenuhi. Mulai dari izin operasional, akreditasi rumah sakit, SIP tenaga medis hingga kompetensi proteksi radiasi.
"Syarat mutlak harus ada izin operasional, akreditasi, SIP dokter dan perawatnya, serta keilmuan proteksi radiasi. Kalau sudah soft launching, saya yakin ini siap," katanya.
Terpisah, Direktur RSUD Brebes drg Adhi Supriadi mengatakan, kehadiran Cathlab menjadi jawaban atas kebutuhan layanan jantung dan stroke yang cepat dan tepat di Kabupaten Brebes. Selama ini, banyak pasien harus dirujuk ke luar daerah seperti Tegal, Purwokerto hingga Semarang untuk mendapatkan tindakan lanjutan.
"Kehadiran Cathlab ini menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Brebes untuk mendapatkan pelayanan jantung dan stroke yang cepat, tepat, dan bermutu di daerahnya sendiri," ujarnya.
Adhi menjelaskan, alat Cathlab tersebut merupakan hibah pemerintah pusat melalui Program SIHREN Kementerian Kesehatan RI yang diterima RSUD Brebes pada Desember 2025.
(aku/dil)