Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, memberikan sejumlah tantangan kepada para pengurus Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Batang periode 2026-2031 yang baru dilantik. Faiz meminta menantang untuk bisa mendongkrak ekonomi hingga menghidupkan lima destinasi wisata di Batang.
Hal tersebut disampaikan Faiz usai melantik pengurus KEK Batang di Aula Kantor Bupati Batang, Rabu (10/6/2026). Faiz berharap mereka dapat membuat program yang berdampak terhadap masyarakat, khususnya di bidang ekonomi.
"Ya saya harapkan sih program-programnya, program-program yang konkret, program-program yang ada value-nya kepada masyarakat. Yang saya harapkan itu mereka mendampingi UMKM-UMKM dan industri kreatif, menyelesaikan masalah mereka, dan mengisi lokasi-lokasi tourism kita," ungkap Faiz seperti dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Faiz menantang para pemuda itu memantik pertumbuhan ekonomi di Batang, khususnya melalui industri kreatif dan UMKM.
"Jadi trigger pertumbuhan ekonomi itu, selain industri, salah satunya adalah pertumbuhan dari UMKM dan industri kreatif. Nah, saya ini pengin mereka paling nggak mengisi lebih dari 30% pertumbuhan ekonomi itu ditunjang dari mereka," jelasnya.
Tak hanya tantangan, Faiz menegaskan, Pemkab Batang turut mendukung penuh KEK, asal dapat memperluas pasar produk lokal. Faiz juga menantang mereka untuk menghidupkan lima destinasi wisata prioritas pada 2027, seperti Curug Genting, Pantai Sigandu, dan Kebun Teh Pagilaran.
"Saya justru challenge, ayo untuk programnya seperti apa, saya siapin. Tapi nanti saya pengin tourism-tourism itu yang nanti lima lokasi yang akan jadi prioritas kita tahun 2027 diisi oleh teman-teman industri kreatif," tambahnya.
Faiz juga memastikan pihak swasta bakal mendukung melalui pendanaan CSR yang selama ini terus didorong pemerintah.
Ketua KEK Batang yang baru dilantik, Muhamad Haryanto, melihat tantangan Faiz itu sebagai peluang emas. Haryanto menilai, Batang mempunyai sejarah dan budaya yang belum tergarap optimal.
Menurut Haryanto, narasi tentang batang kudu diubah, tidak hanya meliputi lanskap alam yang indah, tetapi juga sejarah yang adiluhung.
"Kadang kita hanya melihat Batang dari gunung dan lautnya saja. Padahal Batang ini tua, adiluhung, memiliki sejarah panjang, candi, prasasti seperti Sojomerto, dan nilai budaya yang bisa menjadi value untuk dijual," ungkap Haryanto.
Jika warisan leluhur dikemas secara modern, dia meyakini produk ekonomi kreatif di Batang tidak hanya bakal memikat pasar lokal, namun juga internasional.
"Kami anak-anak muda di KEK ingin membawa semangat itu, mengemas warisan leluhur menjadi nilai jual dan memperkenalkan Batang ke level internasional," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KEK Batang, Augasta, mengapresiasi komitmen nyata Pemkab Batang, seperti mengawal Batik Rifaiyah hingga diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
Agusta menilai, KEK Batang yang baru dilantik itu memiliki energi besar. Dia pun mengajak seluruh komunitas kreatif di Batang agar membuang ego sektoral dan merapat ke pemerintah.
"Pelaku ekonomi kreatif jangan ilfeel atau takut berkolaborasi dengan pemerintah. Justru ini saatnya kita bersama-sama membangun ekosistem ekonomi kreatif Batang agar semakin berkembang," pungkasnya.
(afn/ahr)