Sebanyak 350 Atlet Mobile Legend dari 70 tim di Jateng bersaing untuk menjadi yang terbaik di Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026, di De Tjolomadoe, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.
Turnamen yang mempertemukan para juara hasil seleksi dari 35 Polres jajaran tersebut menggunakan sistem single elimination atau sistem gugur. Artinya, setiap pertandingan menjadi laga hidup dan mati yang menuntut para pemain tampil maksimal sejak awal.
Ketua E-Sports Indonesia (ESI) Karanganyar Yanuar Faizal mengatakan, kejuaraan e-sport Mobile Legend sudah sering diadakan di Jateng. Dia sudah mengenal beberapa atlet, dan menilai kemampuan tim peserta Turnamen E-Sport Kapolda Jateng Cup 2026 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk tim tangguh di Solo Raya ada Polresta Solo, Polres Wonogiri. Lalu kategori pelajar Polres Sukoharjo juga keren. Di luar itu, ada juga dari Tegal, Semarang, dan Batang. Di Jateng banyak kompetisi yang sering dilakukan, banyak atlet yang bagus-bagus, dan semua keren-keren," kata Yanuar, Sabtu (20/7/2026).
Karanganyar yang didapuk sebagai tuan rumah, telah menyiapkan tim terbaiknya untuk ajang ini. Tim umum berasal dari juara Kapolres Cup, sementara tim kategori pelajar merupakan pemain pilihan. Mereka sudah melakukan TC selama 5 hari sebelum event ini.
Dalam turnamen ini, pihaknya akan memberikan yang terbaik untuk kebanggaan sebagai tuan rumah. Sebab, banyak juga atlet tingkat daerah dan nasional yang turun mewakili daerahnya masing-masing.
"Target kami tentu final, tapi apapun yang terjadi, itu hasil terbaik dari tim kami," ucapnya.
Dia menilai, olahraga e-sport akan terus berkembang seiring perkembangan zaman. Ditambah banyak atlet Indonesia yang bersaing dikancah nasional. Sehingga turnamen seperti ini penting, untuk pembibitan serta melatih para atlet.
Sehingga rencana Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo, untuk menjadikan turnamen ini agenda tahunan, akan sangat membantu dalam mendulang prestasi atlet.
"Untuk pembibitan atlet, perkaderan atlet, ditambah jangkauan anak muda sangat tepat. Karena usia mereka mulai bertanding di usia 15 tahun. Kalau yang dijangkau pemuda, memberikan informasi terkait kepemudaan, e-sport ini sangat tepat," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan, pemenang acara ini akan mewakili Jateng pada ajang Kapolri Cup 2026. Ajang ini juga untuk ruang interaksi dan kreativitas generasi muda yang dikemas dalam suasana yang sehat, aman dan penuh semangat kebersamaan.
"Sejak babak awal kita melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta maupun suporter. Kompetisi berlangsung sportif dan penuh semangat. Ini menunjukkan bahwa esports telah menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk berprestasi, belajar bekerja sama, sekaligus mempererat persaudaraan antar komunitas dari berbagai daerah di Jawa Tengah," kata Artanto.
Menurutnya, konsep festival yang dihadirkan dalam Kapolda Jateng Cup 2026 sengaja dirancang agar masyarakat tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga dapat merasakan pengalaman yang lebih lengkap melalui berbagai aktivitas kreatif dan hiburan yang tersedia.
"Kami berharap dari ajang ini lahir atlet-atlet esports terbaik yang nantinya mampu mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional. Lebih dari itu, kami ingin menjadikan Kapolda Jateng Cup sebagai ruang kebersamaan dan wadah positif bagi generasi muda untuk tumbuh, berprestasi dan membangun jejaring yang sehat," pungkasnya.
(alg/alg)
