Selama sekitar 10 tahun terakhir, Presiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menaruh perhatian besar terhadap kondisi Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Berbagai kajian hingga riset dilakukan karena ia meyakini danau yang kini dipenuhi eceng gondok itu menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan.
Menurut Irwan, Rawa Pening memiliki luas sekitar 2.800 hektare. Namun, sekitar 70 persen permukaan danau kini tertutup eceng gondok. Kondisi tersebut memicu sedimentasi, menurunkan kadar oksigen terlarut di dalam air, dan mengganggu ekosistem danau.
"Kalau eceng gondok itu bisa dibersihkan dan sedimentasinya dikeruk, saya yakin Rawa Pening bakal menjadi tempat wisata. Pada gilirannya juga akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat," kata Irwan dalam program Leader Talk BeritaKlik.com, Jumat (3/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai penyelamatan Rawa Pening tidak hanya penting bagi sektor pariwisata, tetapi juga untuk menjaga ketersediaan sumber daya air di tengah ancaman perubahan iklim dan fenomena El Nino. "Air itu lebih berharga daripada minyak," ujarnya.
Irwan mengungkapkan, pendangkalan Rawa Pening telah berlangsung selama puluhan tahun. Berdasarkan data yang diperolehnya, pada 1998 kedalaman danau masih sekitar 15 meter. Kini kedalamannya diperkirakan tinggal sekitar 3 meter akibat sedimentasi yang terus terjadi.
Ia menilai salah satu penyebabnya adalah erosi dari kawasan lereng di sekitar danau. Saat musim hujan, tanah terbawa aliran air dan mengendap di dasar Rawa Pening sehingga mempercepat pendangkalan.
Karena itu, menurut Irwan, pengembangan pariwisata dapat menjadi bagian dari solusi. Kehadiran destinasi wisata diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru sehingga masyarakat memiliki alternatif mata pencaharian selain menggarap lahan di lereng perbukitan yang berpotensi memperparah sedimentasi.
"Kalau warga bisa bekerja di sektor wisata dengan penghasilan yang lebih baik, pemerintah juga akan lebih mudah melakukan penataan kawasan," ujarnya.
Selama sekitar satu dekade terakhir, Irwan bersama tim riset dan pengembangan (R&D) Sido Muncul juga mengembangkan berbagai teknologi untuk membantu memulihkan kondisi Rawa Pening. Salah satunya adalah memanfaatkan eceng gondok menjadi wood pellet sebagai bahan bakar biomassa yang digunakan dalam proses produksi jamu.
Tak hanya itu, lumpur hasil sedimentasi juga diteliti agar dapat dimanfaatkan menjadi briket bahan bakar maupun media tanam jamur dan tanaman hias. Menurut Irwan, pendekatan tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan eceng gondok dan sedimentasi sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sido Muncul juga menawarkan bantuan berupa unit pengolahan lumpur rawa menjadi briket bahan bakar serta mesin pengeruk eceng gondok dengan kapasitas sekitar satu hektare per hari.
Bagi Irwan, penyelamatan Rawa Pening bukan semata-mata persoalan lingkungan. Jika dikelola dengan baik, danau itu berpeluang berkembang menjadi destinasi wisata alam unggulan di Jawa Tengah yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
(alg/apl)
