BNNP Jateng Dorong Kurikulum Antinarkoba di Sekolah-sekolah

BNNP Jateng Dorong Kurikulum Antinarkoba di Sekolah-sekolah

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Rabu, 08 Jul 2026 18:23 WIB
Kepala BNNP Jateng Brigjen Agus Rohmat.

Foto diunggah Rabu (8/7/2026).
Kepala BNNP Jateng Brigjen Agus Rohmat. Foto: dok. Istimewa
Semarang -

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah (Jateng) mendorong program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) digencarkan di sekolah. Diharapkan program tersebut dapat membentuk karakter siswa jauh dari narkoba.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Agus Rohmat, menerangkan makna Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2026 mengusung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Langkah preventif itu, kata Agus, bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum (APH), tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

"Melalui Gerakan ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak yang Bersih dari Narkotika), BNN mengajak keluarga, sekolah, masyarakat, media, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menyebut penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Jateng masih menjadi ancaman serius. Data Indonesia Drug Report 2026 menunjukkan Jateng masuk dalam lima provinsi dengan kawasan rawan narkoba terbanyak.

ADVERTISEMENT

"Kondisi geografis yang strategis, perkembangan modus operandi yang semakin memanfaatkan ruang digital, serta tingginya kerentanan generasi muda menjadi tantangan yang harus dihadapi melalui pendekatan yang komprehensif, tidak hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan masyarakat," terangnya.

Agus mengatakan langkah nyata yang tengah didorong adalah program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN). Program tersebut mengintegrasikan pendidikan antinarkoba dalam kegiatan belajar mengajar di jenjang Paud hingga SMA.

"Program ini diharapkan mampu membentuk karakter, meningkatkan ketahanan diri peserta didik, serta menciptakan budaya sekolah yang bersih dari narkoba secara berkelanjutan," harapnya.

Agus pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari gerakan ANANDA Bersinar dan menerapkan semangat 3B, yakni Berani Tolak, Berani Rehabilitasi, dan Berani Lapor.

Bagi Agus, berani mengatakan tidak terhadap narkoba, berani mencari pertolongan melalui rehabilitasi, dan berani melaporkan penyalahgunaan narkotika, merupakan upaya konkret untuk melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman narkoba.




(ams/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads