Cuan! Kue Apem Jatinom Klaten Laris Manis Saat Musim Nyadran

Cuan! Kue Apem Jatinom Klaten Laris Manis Saat Musim Nyadran

Achmad Husain Syauqi - detikJateng
Selasa, 10 Feb 2026 17:04 WIB
Pedagang kue apem khas Jatinom, Klaten di Jalan Klaten-Boyolali,Selasa (10/2/2026).
Pedagang kue apem khas Jatinom, Klaten di Jalan Klaten-Boyolali,Selasa (10/2/2026). Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng
Klaten -

Musim tradisi Ruwahan atau Sadranan di Klaten membuat omzet pedagang kue apem di sentra kue apem Jatinom, Klaten, melonjak. Penjualan dan pesanan meningkat tajam beberapa hari terakhir.

"Alhamdulilah meningkat lumayan Nyadran kali ini. Sudah sekitar lima hari ini," ungkap penjual kue apem di Jalan Jatinom-Boyolali, Tika, kepada detikJateng, Selasa (10/2/2026) siang.

Dijelaskan Tika, setiap tradisi Nyadran tiba, penjualan dan pesanan kue apem memang meningkat. Tahun ini pun menurutnya pesanan juga ada peningkatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini lumayan. Hari biasa paling habis 5 kilogram tepung (beras dan terigu) sepekan terakhir Sabtu dan Minggu sampai 30 kilogram (1.500 butir) ," jelas Tika.

Menurut Tika, peningkatan pesanan kue apem berasal dari pesanan warga lokal untuk kelengkapan Nyadran. Ada juga untuk oleh-oleh.

ADVERTISEMENT

"Pesanan lokal saja untuk Nyadran tapi yang untuk oleh-oleh juga banyak. Mau Nyadran ke daerah lain bawanya kue apem," kata Tika.

Pedagang lainnya, Jeriyati menyatakan hal yang sama. Di lapaknya peningkatan sudah sejak sepekan terakhir. Bahkan peningkatan lumayan.

"Peningkatan lumayan, dihitung tepungnya saja hari biasa paling 10 kilogram. Ini, terutama Sabtu dan Minggu bisa 50 kilogram sehari,'' jelas Jeriyati kepada detikJateng.

Menurutnya, pesanan terjauh di tempatnya berasal dari Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Pesanan itu untuk acara tradisi tahunan Nyadran.

"Kemarin ada dari Simo, Kabupaten Boyolali untuk Nyadran juga. Kalau untuk oleh-oleh mampir membeli ada yang dari Jakarta dan Semarang,'' lanjut Jeriyati.

"Yang dari luar kota biasanya habis pulang Nyadran ke kampung, baliknya bawa. Ada juga yang sengaja untuk oleh-oleh mau Nyadranan ke kampung halaman,'' imbuh Jeriyati.

Kue apem produk Jatinom, sebut Jeriyati, ada banyak varian rasa dari yang original, rasa nangka, coklat dan lainnya. Untuk harga tidak berubah dari tahun lalu.

"Harga masih sama Rp 1.500 per butir. Tapi untuk yang pakai gula Jawa Rp 2.000 karena gula Jawa lebih mahal dan fresh," ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin mencari kue apem asli Jatinom tidak perlu repot. Sebab sejak beberapa tahun terakhir perajin kue apem mudah ditemui di sepanjang tepi jalan Klaten - Boyolali.

Dari pantauan detikJateng, mulai dari sekitar lapangan Desa Bonyokan sampai ke arah Kecamatan Tulung. Jumlahnya mencapai puluhan lapak dengan berbagai varian rasa.




(afn/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads