Mabuk perjalanan menjadi keluhan yang cukup umum dialami saat bepergian menggunakan mobil, bus, kapal, atau pesawat. Sensasi mual, pusing, keringat dingin, hingga muntah sering kali mengganggu kenyamanan, bahkan membuat perjalanan terasa melelahkan sejak awal. Kondisi ini terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara sinyal yang diterima mata, telinga bagian dalam, dan sistem saraf pusat saat tubuh bergerak.
Di tengah banyaknya obat anti mabuk yang tersedia, sebagian orang memilih solusi alami yang lebih ringan bagi tubuh. Salah satu bahan herbal yang paling populer dan telah digunakan secara turun-temurun adalah jahe. Rempah ini tidak hanya dikenal sebagai penghangat tubuh, tetapi juga memiliki reputasi kuat dalam meredakan mual dan gangguan pencernaan.
Kandungan senyawa aktif di dalamnya terbukti berperan dalam menenangkan sistem pencernaan dan membantu tubuh beradaptasi terhadap rangsangan gerakan. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai kandungan gizi jahe, cara mengonsumsi dan manfaatnya untuk mengatasi mabuk perjalanan, dosis yang dianjurkan, serta efek samping yang perlu diperhatikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kandungan Gizi Jahe
Menurut laman Verywell Fit, dalam satu sendok makan (sekitar 6 gram) jahe segar terkandung:
- Kalori: 9 kkal
- Lemak: 0 g
- Sodium: 1,4 mg
- Karbohidrat: 2 g
- Serat: 0,2 g
- Gula alami: 0,2 g
- Protein: 0,2 g
- Magnesium: 4,7 mg
- Kalium: 45,6 mg
Meski kalorinya rendah, jahe kaya akan senyawa bioaktif. Menurut Healthline, komponen utama jahe adalah gingerol, yaitu senyawa yang bertanggung jawab atas rasa pedas dan aroma khasnya. Gingerol memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang kuat, membantu melawan stres oksidatif akibat radikal bebas dalam tubuh.
Selain gingerol, terdapat pula shogaol yang lebih banyak ditemukan pada jahe kering. Senyawa ini juga memiliki aktivitas biologis yang berperan dalam efek anti-mual dan antiinflamasi. Kombinasi nutrisi dan senyawa aktif inilah yang membuat jahe bukan sekadar bumbu dapur, melainkan juga bahan herbal dengan manfaat kesehatan yang luas.
Manfaat Jahe untuk Mabuk Perjalanan
Mabuk perjalanan terjadi ketika sistem keseimbangan di telinga bagian dalam (vestibular) menerima sinyal gerakan yang berbeda dari apa yang dilihat oleh mata. Ketidaksesuaian ini memicu respons tubuh berupa mual dan pusing.
Menurut laman Healthline, jahe termasuk salah satu bahan alami yang paling efektif dalam membantu meredakan mual, termasuk mual akibat perjalanan. Gingerol dan shogaol bekerja dengan beberapa mekanisme, antara lain:
- Meningkatkan motilitas lambung sehingga pengosongan lambung lebih cepat
- Menstabilkan fungsi pencernaan
- Mengurangi peradangan pada saluran cerna
- Membantu menjaga kestabilan tekanan darah
Dalam laman Healthline, konsumsi 1-2 gram jahe sebelum terpapar gerakan (misalnya sebelum naik kapal atau kendaraan) mampu menurunkan intensitas mual dan aktivitas listrik lambung yang biasanya meningkat saat mabuk perjalanan.
Jahe juga membantu menenangkan sistem saraf dan memperbaiki respons tubuh terhadap rangsangan gerakan. Efek ini membuat gejala seperti mual, keringat dingin, dan rasa ingin muntah menjadi lebih ringan.
Dosis dan Cara Mengonsumsinya
Dilansir laman Healthline, dosis 1.000-1.500 mg jahe per hari untuk membantu mengatasi mual. Batas konsumsi yang umumnya dianggap aman adalah hingga 2 gram per hari untuk orang dewasa sehat. Untuk mabuk perjalanan, jahe dapat dikonsumsi:
- Sekitar 30-60 menit sebelum perjalanan
- Dibagi dalam 2-3 kali konsumsi bila diperlukan
Bentuk konsumsinya beragam, seperti:
- Teh jahe hangat
- Jahe bubuk dalam kapsul
- Air rebusan jahe
- Permen jahe atau jahe kristal
Cara membuat teh jahe:
- Iris tipis 4-6 potong jahe segar.
- Rebus dalam 2 gelas air selama 10-20 menit.
- Saring dan minum selagi hangat.
Menambahkan sedikit madu atau lemon dapat meningkatkan rasa sekaligus memberi manfaat tambahan. Ibu hamil, penderita penyakit kronis, atau orang yang rutin mengonsumsi obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggunakan jahe dalam jumlah besar.
Efek Samping Konsumsi Jahe
Jahe relatif aman bila dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun merujuk pada laman Healthline, dalam dosis tinggi dapat menimbulkan efek samping seperti:
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut
- Heartburn (sensasi panas di dada)
- Diare
- Iritasi mulut dan tenggorokan
Jahe juga dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah dan berpotensi meningkatkan risiko perdarahan jika dikonsumsi berlebihan. Penderita gangguan empedu juga disarankan berhati-hati karena jahe dapat meningkatkan aliran empedu.
Pada ibu hamil, konsumsi kurang dari 1.500 mg per hari umumnya tidak meningkatkan risiko serius, tetapi tetap dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Secara keseluruhan, jahe merupakan alternatif alami yang efektif untuk membantu mengatasi mabuk perjalanan. Dengan kandungan gingerol yang kuat serta sifat antiinflamasi dan antioksidannya, jahe mampu membantu menenangkan sistem pencernaan dan mengurangi mual. Selama dikonsumsi dalam batas aman dan sesuai kebutuhan, jahe bisa menjadi solusi praktis untuk perjalanan yang lebih nyaman.
Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(sto/dil)