Banjir di Gabus Pati, Polisi Lakukan Pemantauan dan Bersiaga

Banjir di Gabus Pati, Polisi Lakukan Pemantauan dan Bersiaga

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Senin, 02 Feb 2026 22:46 WIB
Polisi melakukan pemantauan dan bersiaga imbas banjir di Kecamatan Gabus, Pati.
Polisi melakukan pemantauan dan bersiaga imbas banjir di Kecamatan Gabus, Pati. Foto: Dok. Polresta Pati.
Pati -

Banjir kembali melanda dua desa di Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, akibat luapan tiga sungai. Sebab itu, polisi pun melakukan pemantauan dan bersiaga.

Adapun lupan berasal dari Sungai Godo, Sungai Gono, dan Sungai Silugonggo akibat intensitas hujan tinggi pada Minggu (1/2) sore. Banjir tersebut juga berimbas terhadap ratusan warga.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Gabus, AKP Daffid Paradhi, menerangkan berdasarkan hasil pantauan di lapangan sejak pukul 15.00 WIB kemarin, menunjukkan banjir menggenangi permukiman dan lahan pertanian di Desa Mintobasuki dan Desa Babalan. Beruntung, hingga kini tidak ada laporan tanah longsor di wilayah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Desa Mintobasuki, banjir merendam satu titik jalan desa di Dukuh Jrakah sepanjang sekitar 100 meter dengan kedalaman air 0 hingga 15 sentimeter. Sementara itu, sebanyak 51 rumah terdampak dengan total warga sebanyak 86 kepala keluarga atau 141 jiwa, terdiri dari 50 laki-laki dewasa, 74 perempuan dewasa, dan 17 anak-anak.

"Warga di Mintobasuki masih bertahan di rumah masing-masing karena genangan relatif masih bisa ditoleransi, meski aktivitas warga dan pertanian cukup terganggu," kata Daffid dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Senin (2/2/2026).

ADVERTISEMENT

Banjir juga merendam lahan pertanian warga. Di Mintobasuki, tanaman padi tua seluas sekitar 55 hektare tergenang air dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp 515 juta.

Di Desa Babalan, banjir menggenang 38 rumah dengan ketinggian air antara 0 hingga 20 sentimeter. Tercatat, sebanyak 79 kepala keluarga atau 116 jiwa terdampak yang terdiri dari 42 laki-laki dewasa, 60 perempuan dewasa, dan 14 anak-anak.

Meski begitu, Daffid menyebut kondisi di Babalan relatif lebih baik karena debit air mulai menurun.

"Curah hujan sudah berkurang sehingga aliran Sungai Silugonggo berangsur surut, namun kami tetap siaga karena potensi luapan masih ada," jelasnya.

Di Babalan, lahan padi tua seluas sekitar 90 hektare tergenang banjir dan kerugian ditaksir mencapai Rp 1,2 miliar. Meski demikian, hingga kini belum ada warga yang mengungsi.

Secara umum, banjir di Gabus berdampak terhadap 89 rumah di dua desa dengan total 165 kepala keluarga atau 257 jiwa terdampak. Banjir turut menutup dua titik jalan desa dengan kedalaman 0 hingga 20 sentimeter.

"Total kerugian materiil sementara kami perkirakan mencapai Rp 1,815 miliar, terutama dari rusaknya tanaman padi seluas sekitar 240 hektare," lanjut Daffid.

Polisi dan unsur terkait terus memantau dan bersiaga di lapangan. Warga pun diminta untuk terus waspada terhadap potensi kenaikan debit air tiga sungai tersebut, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads