Cegah Banjir, Polres-Pemkab Kendal Bersihkan Gunungan Sampah di Sungai

Cegah Banjir, Polres-Pemkab Kendal Bersihkan Gunungan Sampah di Sungai

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 14 Feb 2026 14:00 WIB
Polres Kendal dan berbagai unsur lainnya saat membersihkan gunungan sampah di Sungai Kendal.
Polres Kendal dan berbagai unsur lainnya saat membersihkan gunungan sampah di Sungai Kendal. (Foto: dok. Polres Kendal)
Kendal -

Polres Kendal bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal dan unsur lainnya membersihkan sampah yang menggunung di Sungai Kendal. Pembersihan dilakukan guna mencegah potensi terjadinya banjir.

Adapun kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kendal, AKBP Hendry Susanto Sianipar, pada Sabtu (14/2/2026). Berbagai unsur seperti kepolisian, TNI, dan Pemkab Kendal terlibat dalam pembersihan sampah di Sungai Kendal.

Sampah yang menumpuk di sungai tersebut terdiri dari limbah plastik, kayu gelondongan, hingga kasur bekas. Sampah-sampah tersebut tersangkut di tiang penyangga jembatan dan menghambat arus air, sehingga berpotensi menyebabkan luapan saat debit meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para petugas membersihkan sampah menggunakan peralatan sederhana untuk mengambil sampah yang tersangkut di bawah jembatan.

ADVERTISEMENT

"Pembersihan ini kami fokuskan sementara di Sungai Kendal wilayah pusat kota karena menjadi titik yang paling terlihat dampaknya. Namun ke depan tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa dilakukan di lokasi lain yang mengalami penumpukan sampah," ujar Hendry dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng hari ini.

Polres Kendal dan berbagai unsur lainnya saat membersihkan gunungan sampah di Sungai Kendal.Polres Kendal dan berbagai unsur lainnya saat membersihkan gunungan sampah di Sungai Kendal. Foto: dok. Polres Kendal

Hendry menjelaskan aksi tersebut merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap potensi banjir akibat sumbatan sampah. Menurutnya, pengamanan lingkungan dan mitigasi bencana menjadi bagian dari tugas kepolisian dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Pemanasari, mengatakan aksi bersih sungai merupakan bagian dari gerakan menjaga lingkungan yang digelorakan pemerintah pusat. Kegiatan gotong royong difokuskan di Sungai Kendal yang menjadi jalur utama aliran air di pusat kota.

"Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga soal keselamatan. Jika aliran terhambat dan debit naik, potensi luapan semakin besar," kata Dyah.

Dyah mengatakan sampah menumpuk akibat kombinasi faktor alam, yakni hujan deras di wilayah hulu yang meningkatkan debit air serta kondisi rob di wilayah utara sehingga aliran sungai tidak maksimal menuju laut. Akibatnya, sampah yang terbawa arus tertahan di titik jembatan dan terus menumpuk.

Pemkab Kendal pun berencana mengeruk alur sungai sebagai solusi jangka menengah untuk mengurangi sedimentasi dan memperlancar aliran. Adapun perawatan rutin sungai menggunakan APBD kabupaten, sedangkan pengadaan barang tertentu menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Upaya pencegahan pun telah dilakukan sebelumnya dengan memasang jaring penyaring sampah di sejumlah titik aliran sungai. Namun, besi pengaman penahan sampah dilaporkan banyak yang hilang sehingga fungsinya tidak optimal.




(iaf/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads