Polres Sragen Siapkan 8 Inovasi Layanan Pemudik: Mbak Dewi-Si Bengkel

Polres Sragen Siapkan 8 Inovasi Layanan Pemudik: Mbak Dewi-Si Bengkel

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Minggu, 08 Mar 2026 18:16 WIB
Suasana di pos pengamanan Polres Sragen yang meyediakan wahana permainan, Senin (22/12/2025).
Suasana di pos pengamanan Polres Sragen yang menyediakan wahana permainan, Senin (22/12/2025). (Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng)
Sragen -

Polres Sragen menyiapkan berbagai inovasi layanan untuk melayani pemudik selama Lebaran dalam rangka Operasi Ketupat Candi 2026. Adapun layanannya berupa Mbak Dewi hingga Si Bengkel.

Terdapat delapan inovasi layanan yang bakal diluncurkan Polres Sragen. Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Kukuh Tirto Satria Leksono, menjelaskan delapan inovasi tersebut merupakan upaya meningkatkan pelayanan humanis yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

"Satlantas Polres Sragen menyiapkan delapan inovasi pelayanan selama Operasi Ketupat Candi 2026 untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada para pemudik yang melintas di wilayah Sragen," kata Kukuh dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Minggu (8/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun inovasi pertama yakni Wahana Ceria Anak Gratis, yakni fasilitas permainan anak yang disediakan secara gratis di kompleks Pos Terpadu selama Operasi Ketupat Candi berlangsung. Fasilitas ini disiapkan untuk memberikan ruang rekreasi bagi anak-anak pemudik yang beristirahat di pos pelayanan.

Kedua yakni BBM Mobile yang merupakan layanan pengantaran bahan bakar minyak secara gratis bagi masyarakat yang kehabisan BBM dalam perjalanan.

ADVERTISEMENT

Ketiga yakni Si Medis, yaitu tim respons cepat medis yang menggunakan sepeda motor sehingga dapat bergerak cepat memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kondisi darurat di jalur mudik.

Keempat, layanan Si Bengkel merupakan hasil kolaborasi kepolisian dengan bengkel setempat yang menyediakan perbaikan kendaraan selama 24 jam selama Operasi Ketupat Candi 2026.

Kelima yakni layanan Toilet Portable berupa penambahan fasilitas toilet portable di Pos Terpadu yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk saat beristirahat.

Keenam, layanan Si Rescue menghadirkan tim penyelamat yang dilengkapi peralatan derek dan towing untuk mengantisipasi gangguan kendaraan di jalan raya di wilayah hukum Polres Sragen.

Ketujuh, layanan Sibara Art Stage merupakan sebuah panggung seni yang disediakan oleh Polres Sragen sebagai ruang apresiasi kreativitas seni masyarakat. Panggung ini akan melibatkan seniman difabel dan seniman lokal sehingga menjadi ruang hiburan sekaligus pemberdayaan seni daerah.

Layanan kedelapan yakni Mobile Bakti Digital Electric Vehicle Way Incident (Mbak Dewi). Dalam layanan tersebut disediakan SPKLU mobile khusus untuk membantu pemudik pengguna kendaraan listrik yang kehabisan daya di tengah perjalanan.

Kukuh menjelaskan, layanan tersebut dirancang mengikuti perkembangan penggunaan kendaraan listrik yang semakin meningkat di jalur mudik.

"Melalui inovasi MBAK DEWI, kami menyiapkan layanan SPKLU mobile bagi pemudik kendaraan listrik yang kehabisan daya di wilayah hukum Polres Sragen," jelasnya.

Pemudik yang kehabisan daya dapat menghubungi hotline 110. Petugas bakal meminta identitas dan nomor WhatsApp (WA) pelapor guba diteruskan kepada operator layanan Mbak Dewi.

Kemudian, operator Mbak Dewi bakal menghubungi pemudik melalui WA untuk meminta data tambahan berupa nama, foto kendaraan, dan lokasi terkini melalui fitur share location.

Selanjutnya, kendaraan SPKLU Mobile Mbak Dewi yang siaga di Pos Terpadu Alun-Alun Sragen akan langsung menuju lokasi pemudik.

Di lokasi tersebut, operator Mbak Dewi akan mengisi daya baterai kendaraan listrik hingga mencapai sekitar 10 persen. Daya tersebut cukup untuk membuat kendaraan kembali dapat berjalan. Setelah itu, pemudik akan dikawal menuju SPKLU terdekat untuk melakukan pengisian daya penuh hingga 100 persen.

"Inovasi ini diharapkan bisa memberikan rasa aman bagi pemudik pengguna kendaraan listrik sehingga mereka tidak khawatir ketika melintas di wilayah Sragen," pungkas Kukuh.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads