Kala Polisi Pati Bantu Pemudik Vespa Kehabisan BBM di Jalur Pantura

Kala Polisi Pati Bantu Pemudik Vespa Kehabisan BBM di Jalur Pantura

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Sabtu, 21 Mar 2026 08:50 WIB
Polisi saat membantu Zaenal saat vespa yang dikendarai pemudik asal Sidoarjo itu mogok di jalur Pantura, Pati.
Polisi saat membantu Zaenal saat vespa yang dikendarai pemudik asal Sidoarjo itu mogok di jalur Pantura, Pati. (Foto: dok. Polresta Pati)
Pati -

Vespa milik pemudik asal Sidoarjo, Jawa Timur, Zaenal (56), mogok lantaran kehabisan BBM di jalur Pantura, Pati. Beruntung, Zaenal dibantu polisi untuk mendapatkan BBM.

Saat itu, Zaenal hendak pergi ke Cirebon dari Surabaya pada Senin (16/3) pukul 01.00 WIB. Sesampainya di jalur Pantura, Pati, Zaenal malah kehabisan bahan bakar.

Lantas, ada laporan masuk ke layanan darurat 110 Polresta Pati. Tak lama berselang, petugas dari Pospam Tugu Bandeng, Bripka Roif Hidayat, langsung bergerak menuju lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiba di lokasi, Roif mendapati Zenal masih menunggu di samping vespa. Roif langsung mencarikan BBM dan memastikan vespa milik Zaenal dapat digunakan lagi.

Tak lama berselang, vespa tersebut kembali menyala. Tampak lelah, Zaenal diajak untuk beristirahat sejenak di pinggir jalan. Sembari menyantap sebungkus nasi, Zaenal mengobrol bersama Roif.

ADVERTISEMENT

Kapolresta Pati melalui Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol Riki Fahmi Mubarok, mengatakan kehadiran polisi di lapangan memang untuk membantu masyarakat, terutama di momen mudik seperti ini.

"Pemudik adalah tamu di wilayah kami, sehingga sudah menjadi kewajiban kami memberikan pelayanan terbaik," ujarnya Riki dalam keterangan tertulis yang diterima detikJateng, Sabtu (21/3/2026).

Sementara itu, Zaenal mengaku sangat terkesan dengan bantuan yang ia terima. "Saya tidak menyangka akan dibantu sampai seperti ini. Bahkan diajak makan bersama. Ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan," tuturnya.

Kasatgas Humas Operasi Ketupat Candi 2026 Polda Jateng, Kombes Artanto, menegaskan pelayanan humanis menjadi kunci dalam pengamanan arus mudik.

"Kehadiran anggota di lapangan harus mampu memberikan solusi, terutama saat masyarakat menghadapi kendala di jalan," kata Artanto.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads