Satu unit mobil terbakar di ruas Tol KM 459B wilayah Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dini hari tadi hingga memicu situasi darurat di tengah arus mudik yang cukup padat. Polisi pun sigap memadamkan api dan mengatur lalu lintas.
Kobaran api yang muncul dari kendaraan tersebut cepat membesar dan menimbulkan kepanikan pengguna jalan. Asap tebal juga terlihat membumbung di lokasi, sehingga berpotensi memicu kecelakaan beruntun.
Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, personel Satuan Lalu Lintas Polres Salatiga yang tergabung dalam Tim Pecah Arus langsung bergerak ke lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas segera melakukan pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan lanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun tugas mereka tidak berhenti di situ, di hadapan kobaran api, dengan perlengkapan terbatas, personel di lapangan mengambil langkah berani. Mereka berupaya memadamkan api yang menyala," kata Ade dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/4/2026).
Api akhirnya berhasil dipadamkan sebelum meluas. Kendaraan yang terbakar kemudian dievakuasi dari lokasi, sehingga arus lalu lintas kembali normal.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut sebuah hasil dari respons cepat yang tidak hanya sigap, tetapi juga penuh keberanian," ujarnya.
Ade pun mengapresiasi tindakan cepat anggotanya dalam menangani situasi tersebut.
"Ini adalah bentuk nyata pengabdian anggota Polri yang selalu hadir di garis depan untuk melindungi masyarakat, bahkan dalam situasi yang berisiko tinggi," tegasnya.
Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Ketupat Candi 2026 Polda Jateng, Kombes Artanto menilai, respons cepat tersebut mencerminkan komitmen Polri dalam melindungi masyarakat.
"Keberanian anggota di lapangan bukan sekadar spontanitas, tetapi lahir dari komitmen untuk melindungi setiap jiwa. Dalam situasi darurat, kecepatan dan ketepatan harus berjalan beriringan, dan itu telah ditunjukkan dengan sangat baik," ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum digunakan, terutama saat perjalanan mudik.
"Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum digunakan, dan apabila terjadi situasi darurat, segera hubungi petugas. Keselamatan adalah prioritas utama," pungkasnya.
(par/aku)