Persikaba Balas Tudingan Main Kasar hingga Bek PSIR Cedera: Masih Wajar

Persikaba Balas Tudingan Main Kasar hingga Bek PSIR Cedera: Masih Wajar

Achmad Niam Jamil - detikJateng
Jumat, 23 Jan 2026 13:54 WIB
Para pemain PSIR Rembang menjenguk Sena, bek kiri yang kakinya patah dalam laga melawan Persikaba Blora. Foto diunggah Kamis (22/1/2026).
Para pemain PSIR Rembang menjenguk Sena, bek kiri yang kakinya patah dalam laga melawan Persikaba Blora. Foto diunggah Kamis (22/1/2026). Foto: dok. Manajer PSIR Rembang Rasno
Blora -

PSIR Rembang menuding pemain Persikaba Blora bermain kasar hingga membuat bek Ahmad Sena cedera dalam ajang Liga 4 Jateng kemarin. Tim Persikaba balik membalas.

Pernyataan PSIR ini keluar usai pemainnya dilaporkan karena melakukan tendangan kungfu hingga mendapat sanksi larangan bermain seumur hidup.

Manajemen Persikaba Blora, Umbaran Wibowo, menyebut apa yang terjadi dengan bek Ahmad Sena berbeda. Menurutnya, saat itu pemain Persikaba dan pemain PSIR dalam posisi berebut bola.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bukan patah tulang, jadi mengalami masalah dislokasi akibat sama-sama berebut bola dengan Pemain Persikaba," ucap salah seorang Manajemen Persikaba Blora, Umbaran Wibowo saat dihubungi detikJateng, Jumat (23/1/2026).

"Ini berbeda Konteks, karena perebutan bola, lalu pemain Rembang cedera. Ini berbeda dengan tendangan 'kungfu' yang mengincar dada pemain, yang membahayakan nyawa," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Umbaran yang juga Kapolsek Kradenan, Blora ini mengungkit cara bermain Sena. Dia mengatakan Sena sempat menyikut kepala pemain Persikaba ketika ada friksi di lapangan. Padahal Sena jauh dari lokasi friksi.

"Terlebih, pemain Rembang, Ahmad Sena, yang cedera itu, sebelumnya ketika ada friksi di lapangan, sengaja menyikut kepala bagian belakang sambil melompat pada pemain kami, yaitu Deco, pemain Persikaba yang berdiri jauh dari lokasi friksi," ucap dia.

Dia merasa permainan tim Laskar Aryo Penangsang dalam Liga 4 kemarin cukup sportif. Meskipun terdapat benturan, hal itu dianggap sebagai kewajaran dalam dunia sepak bola.

"Saya rasa masih wajar, tidak ada niatan mencederai. Namun kalo benturan, ya namanya sepakbola," ungkapnya.

PSIR Sambat Pemainnya Patah Tulang

Sebelumnya diberitakan, PSIR Rembang menuding cara bermain Persikaba Blora keras, sehingga mengakibatkan cidera fatal. Kaki pemain bek kiri PSIR Rembang patah.

"Pemain kami sampai patah tulang, tapi dari manajemen dan ofisial PSIR tidak menuntut apa-apa dan tidak melapor ke mana pun," tegasnya Manajer PSIR Rembang, Rasno saat dihubungi detikJateng, Kamis (22/1) malam.

Menurut Rasno, PSIR lebih mengedepankan asas sportivitas dan kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan di lapangan. Ia menilai kejadian dalam sepak bola merupakan bagian dari risiko pertandingan dan tidak selalu harus dibawa ke ranah sanksi dan tuntutan.

"Kami melihat kejadian di lapangan sebagai bagian dari pertandingan. Kalau memang tidak ada niat mencederai, seharusnya bisa disikapi dengan kepala dingin," katanya.

Karena itu dia mengritik manajemen Persikaba Blora yang dianggap tidak sportif karena langsung memviralkan insiden tersebut. Menurut Rasno, Rizal tidak terluka.

"Manajemen Persikaba tidak sportif sedikit-sedikit membuat laporan dan diviralkan. Padahal pemain yang terlibat tidak mengalami apa-apa," ujar Rasno.

Meski menyayangkan langkah Persikaba, Rasno menegaskan PSIR tetap beritikad baik. Ia memastikan pihaknya telah berupaya menyampaikan permohonan maaf secara langsung atas insiden yang melibatkan kiper PSIR dengan pemain Persikaba.

"Kami sudah berusaha menemui langsung. Karena belum bisa, kami sampaikan permohonan maaf lewat akun resmi klub. Kiper kami juga sudah berkomunikasi langsung dengan pemain Persikaba," jelas Rasno.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads