Dewa United Bakal Tempuh Jalur Hukum Buntut Kekerasan Saat Lawan Bhayangkara

Dewa United Bakal Tempuh Jalur Hukum Buntut Kekerasan Saat Lawan Bhayangkara

Prihatnomo - detikJateng
Senin, 20 Apr 2026 19:41 WIB
Aksi tidak sportif terjadi di laga Elite Pro Academi (EPA) U-20 saat Bhayangkara FC jumpa Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). Pemain Bhayangkara melakukan tendangan kungfu ke arah perut pemain Dewa United setelah laga.
Aksi tidak sportif terjadi di laga Elite Pro Academi (EPA) U-20 saat Bhayangkara FC jumpa Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026). (Foto: Dok. Dewa United)
Semarang -

Keributan antar pemain mewarnai pertandingan antara Dewa United U20 melawan Bhayangkara Presisi Lampung U20. Tak hanya itu, lanjutan laga Elite Pro Academy (EPA) U20 yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026) itu juga diwarnai aksi membahayakan yakni tendangan kungfu.

Menanggapi insiden tersebut, Dewa United Banten FC menyampaikan kecaman keras terhadap aksi kekerasan yang terjadi terutama karena berlangsung di kompetisi usia muda.

Presiden klub, Ardian Satya Negara, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi tindakan yang mencederai nilai sportivitas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mengecam keras insiden kekerasan ini. Hal tersebut tidak bisa dibenarkan, apalagi terjadi di level pembinaan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai fair play," ujar Ardian dalam pernyataan resmi yang diterima detikJateng, Senin (20/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ia juga menyayangkan keterlibatan pihak-pihak yang seharusnya menjadi teladan dalam pertandingan, termasuk pemain dan pelatih.

"Semestinya mereka mampu menjaga situasi tetap kondusif, bukan justru terlibat dalam tindakan yang merusak citra sepak bola," lanjutnya.

Sebagai bentuk respons, manajemen klub memastikan akan mengambil langkah tegas. Selain melayangkan protes resmi kepada operator kompetisi, Dewa United juga mendorong adanya investigasi menyeluruh terhadap insiden tersebut termasuk kemungkinan menempuh jalur hukum.

"Manajemen Dewa United akan secara resmi melayangkan protes kepada operator liga serta mendorong adanya investigasi dan sanksi tegas. Selain itu, kami juga akan menempuh jalur hukum terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindakan kekerasan ini," tegasnya.

Lebih lanjut, Ardian menekankan pentingnya menjaga arah perkembangan sepakbola usia muda di Indonesia agar tetap positif.

"Sepakbola usia muda adalah fondasi masa depan. Insiden seperti ini harus menjadi pelajaran serius agar tidak terulang," tegasnya.




(aku/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads