Persiapan PSIS Semarang untuk melakoni kompetisi Championship musim 2026/2027 mulai menemui kendala pelik. Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu mendapat sanksi dari induk sepakbola dunia (FIFA) berupa larangan mendaftarkan pemain pada bursa transfer mendatang.
Dilihat detikJateng pada laman FIFA Registrations Bans per Minggu (31/5/2026) pukul 14.49 WIB, PSIS terkena 2 sanksi. Hukuman pertama dilarang mendaftarkan pemain pada 3 periode bursa transfer berturut-turut terhitung Kamis (28/5). Sedangkan sanksi kedua adalah larangan mendaftarkan pemain baru pada 3 periode bursa transfer berturut-turut per Jumat (29/5).
Menanggapi hal tersebut, Chief Operating Officer (COO) PSIS, Faris Julinar, memastikan manajemen telah mengetahui adanya sanksi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah mengetahui masalah FIFA ini sejak beberapa hari lalu. Manajemen saat ini sedang memproses penyelesaian sengketa yang ada agar tidak mengganggu persiapan tim menatap musim baru," ujar Faris dalam keterangan yang diterima detikJateng, Minggu (31/5).
Sementara itu, Asisten Manajer PSIS, Reza, menduga sanksi tersebut berkaitan dengan laporan dari sejumlah pemain yang direkrut pada era manajemen sebelumnya. Seperti diketahui, PSIS mengalami pergantian manajemen di tengah kompetisi Championship 2025/2026.
"Kalau dari manajemen baru, semua pemain, pelatih, ofisial selalu mendapat hak-haknya. Kemungkinan itu laporan dari pemain-pemain lama. Saat ini kami masih menelusuri siapa yang melapor dan seperti apa kasus yang dilaporkan ke FIFA," pungkas Reza.
Baca juga: Widodo C Putro Optimis PSIS Bisa Bangkit |
(apu/ams)