Tugas besar dihadapi manajemen Persis Solo dalam membangun tim untuk menyambut kompetisi Liga 2 musim depan. Persis yang baru terdegradasi, akan mendapatkan sejumlah kendala dalam membentuk tim dengan menyesuaikan regulasi di Liga 2. Proses itu telah dimulai.
Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, mengatakan manajemen terus bergerak sembari menunggu kepastian regulasi di Liga 2. Ginda belum mengetahui, apakah ada perubahan regulasi atau tidak pada musim depan.
"Iya, betul (pembentukan tim sembari menunggu kepastian regulasi). Kita sudah koordinasi, segera ada owner meeting untuk menyamakan persepsi tentang regulasi ke depan," kata Ginda saat dihubungi awak media, Rabu (3/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada sejumlah perbedaan regulasi antara Liga 1 dengan Liga 2, seperti mewajibkan pelatih lokal, jumlah pemain muda, hingga pembatasan maksimal 3 pemain asing.
Baca juga: PSIS Pulangkan Legendanya Hari Nur Yulianto |
Ginda mengatakan, Persis tengah membentuk Divisi Scouting dan Analis. Mereka akan menjaring nama-nama pelatih dan pemain yang akan membersamai Laskar Sambernyawa musim depan.
"Pelatih, pemain, sudah mulai disortir, sudah mulai mengerucut. Tapi jangan lupa regulasi dan ketentuan Liga yang akan datang seperti apa. Termasuk apakah sama seperti kemarin, akan ada dua grup, kita juga belum tahu. Itu semua akan mempengaruhi langkah-langkah kongkretnya seperti apa," jelasnya.
Divisi Scouting dan Analis tengah menjaring banyak nama pelatih, untuk nantinya dikerucutkan menjadi kandidat pelatih Persis. Di saat bersama, tim juga menjaring nama-nama pemain yang akan dipinang.
Saat disinggung fokus utama pembentuk tim apakah dari pelatih terlebih dahulu, atau bersamaan dengan pemain, Ginda menjawab semua berjalan pararel. Namun Persis tidak bisa santai, karena tim lain juga tengah membentuk tim.
"Paralel ya. Kita mau buru-buru tapi tidak gegabah. Yang jelas tim analis dan scouting akan menyiapkan semua datanya, potensi pemain dan pelatih. Termasuk strategi apa yang sebaiknya akan dilakukan. Banyak faktor yang akan mempengaruhi," terangnya.
Persis Solo sendiri masih mengikat kontrak sejumlah pemainnya. Seperti halnya duo Jepang mereka, Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka yang kontraknya baru habis bulan depan. Di sisi lain, banyak juga pemain yang telah habis masa kontraknya.
Meski demikian, tim tidak memaksa pemain musim ini untuk bertahan. Sebab, setiap pemain memiliki pilihan untuk tetap bermain di Liga 1, atau tetap bersama Persis.
"Pemain yang memungkinkan bertahan, dipertahankan. Tetapi potensi pemain mungkin punya keinginan lain, mungkin tetap berada di level liga 1, ini jadi bagian dari komunikasi. Sehingga kita belum bisa ngomong banyak, tapi bukan berarti kita tidak bekerja. Tapi memang belum saatnya menyampaikan informasi yang ada. Nantinya kalau sudah ada arah yang jelas, kita akan sampaikan ke semua stakeholder dan suporter," ucapnya.
Selain masalah kerangka tim, manajemen juga berbenah pada internal mereka. Ginda mengatakan, Persis ingin membentuk manajemen yang lebih efektif.
"Yang pertama, kita ingin lebih efektif dan efisien. Yang jelas dengan struktur yang kemarin, kita lihat tidak maksimal hasilnya. Struktur yang baru kita mau memastikan untuk maksimal, evaluasi KPI yang jelas terhadap semua divisi," pungkasnya.
(afn/apu)