Mantan penyerang Persis Solo, Gervane Kastaneer, mendapat momen haru jelang debutnya tampil di Piala Dunia 2026 bersama Tim Nasional (Timnas) Curacao. Ia menerima surat ucapan selamat ulang tahun dari sang ayah.
Momen itu terekam dalam serial Letters that Unite di situs resmi FIFA. Awalnya, Kastaneer membacakan kertas yang diberikan kepadanya.
Isi Surat
Dalam suratnya, ayah Kastaneer mengungkap kilas balik yang terjadi pada 2017 silam. Saat itu, Kastaneer bermain bagi klub ADO Den Haag.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada masa itu, Kastaneer sempat dikaitkan dengan klub Mainz di Jerman. Namun, dalam laga kontra PEC Zwolle, dia terkena bola di matanya, menyebabkan masalah penglihatan jangka panjang yang berdampak pada karier sepakbolanya.
"Orang-orang hanya melihatnya sebagai cedera mata biasa. Namun kami tahu kenyataan di baliknya," tulis ayah Kastaneer, seperti dikutip Sabtu (13/6/2026).
"Rasa sakit, ketidakpastian, rasa takut, air mata yang berlinang, perjalanan tak menentu ke Jerman. Berminggu-minggu kami menemanimu. Karena kami tahu bahwa engkau membutuhkan kami. Karena keluarga harus saling menguatkan di masa suram," lanjut ayah Kastaneer dalam tulisannya.
Kini, Gervane Kastaneer bersiap membawa Timnas Curacao melawan Jerman pada laga perdana Piala Dunia Grup E, yang bakal dihelat Houston, Amerika Serikat, Senin WIB.
"Bersama kita menangis. Bersama kita tertawa. Namun menyerah bukanlah pilihan," tegas ayah Kastaneer. "Kini, kau berada di Piala Dunia 2026 bersama negara kita Curacao. Siapa yang bakal menduganya?" lanjutnya.
Kastaneer Menangis
Usai membaca surat tersebut, striker 30 tahun itu sempat mengucapkan beberapa patah kata, sebelum kemudian menangis.
"Ayah, kau tahu bahwa bukanlah seseorang yang banyak omong. Namun kau adalah segalanya bagiku," ujar Kastaneer.
"Kita berhasil (debut di Piala Dunia). Tak hanya buatku, namun juga buatmu. Terima kasih banyak Ayah," pungkasnya.
Diketahui, Kastaneer bergabung bersama Persis Solo pada Super League musim lalu. Turun di 12 pertandingan, dia mencetak empat gol sebelum hijrah ke Malaysia dan memperkuat Terengganu.
(apu/apu)
