Pernah Jaya di Masanya, Wisata Mangrove Jembatan Merah Rembang Kini Merana

Pernah Jaya di Masanya, Wisata Mangrove Jembatan Merah Rembang Kini Merana

Mukhammad Fadlil - detikJateng
Sabtu, 14 Mar 2026 18:17 WIB
Suasana terkini di Lokasi Wisata Mangrove Jembatan Merah di Dusun Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Rembang.
Suasana terkini di Lokasi Wisata Mangrove Jembatan Merah di Dusun Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Rembang. Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng
Rembang -

Wisata Mangrove Jembatan Merah di Dusun Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Kabupaten Rembang, ditutup selama Ramadan. Namun, aktivitas wisata alam itu ternyata sudah lama sepi pengunjung bahkan sebelum ditutup untuk perawatan.

Pantauan detikJateng pada Selasa (10/3/2026), di lokasi menunjukkan sejumlah warung makanan di sekitar area wisata tutup dan tampak mangkrak. Gerai loket di pintu masuk juga tidak beroperasi. Beberapa fasilitas seperti gazebo kayu dan gardu pandang di sisi barat jembatan utama mulai lapuk.

Selain itu, sejumlah bagian jembatan kayu juga mengalami kerusakan akibat dimakan usia. Meski begitu, jalur utama jembatan masih relatif bagus dan masih layak dilalui.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana terkini di Lokasi Wisata Mangrove Jembatan Merah di Dusun Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Rembang.Suasana terkini di Lokasi Wisata Mangrove Jembatan Merah di Dusun Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Rembang. Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng

Padahal, kawasan wisata ini menawarkan pengalaman berjalan di tengah rimbunnya hutan bakau dengan hamparan mangrove hijau yang luas. Pengunjung juga dapat mengenal berbagai flora dan fauna khas ekosistem mangrove.

Secara ekologis, kawasan ini berada di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) seluas 45,36 hektare. Setidaknya terdapat empat jenis mangrove yang tumbuh di kawasan ini, yaitu Rhizophora apiculata, Avicennia marina, Rhizophora stylosa, dan Rhizophora mucronata.

ADVERTISEMENT

Salah satu warga setempat, Yatmi, mengatakan kondisi sepi pengunjung sudah berlangsung cukup lama. Padahal pada masa awal dibuka, wisata ini sempat ramai didatangi pengunjung.

Suasana terkini di Lokasi Wisata Mangrove Jembatan Merah di Dusun Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Rembang.Penampakan toilet di Lokasi Wisata Mangrove Jembatan Merah di Dusun Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Rembang. Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng

"Sekarang sepi pengunjung. Sudah lumayan lama sepinya. Kalau dulu ramai, pas awal-awal sering ada acara-acara. Saya dulu ikut jualan pepes telur rajungan. Sekarang sudah pada tutup lapak warga yang jualan karena tidak ada pengunjungnya," ujarnya.

Hal senada disampaikan Ngajiaman, salah satu pengelola Wisata Jembatan Merah. Ia menyebut jumlah pengunjung menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir.

"Sudah sekitar tiga tahunan ini pengunjung berkurang drastis. Dulu sebulan bisa lebih dari seribu pengunjung. Sekarang kadang cuma 200 sampai 300 orang sebulan, bahkan kadang tidak ada," kata dia.

Suasana terkini di lokasi Wisata Mangrove Jembatan Merah di Dusun Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Rembang.Wisata Mangrove Jembatan Merah di Dusun Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Rembang ditutup selama Ramadan. Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng

Menurutnya, salah satu penyebab menurunnya kunjungan diduga karena banyak fasilitas yang mulai rusak, sementara biaya perawatan cukup besar.

"Tarif masuk masih sama, sifatnya donasi parkir. Motor Rp 5 ribu dan mobil Rp 10 ribu. Mungkin karena banyak jembatan yang rusak juga jadi pengunjung berkurang," jelasnya.

Ia menambahkan, dampak sepinya wisata ini juga dirasakan warga yang sebelumnya berjualan di sekitar lokasi. Banyak warung kini tutup karena minimnya pembeli.

Suasana terkini di Lokasi Wisata Mangrove Jembatan Merah di Dusun Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Rembang.Suasana terkini di Lokasi Wisata Mangrove Jembatan Merah di Dusun Kaliuntu, Desa Pasarbanggi, Rembang. Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng

Meski demikian, sebagian warga tetap bertahan dengan beralih menjual produk olahan hasil laut secara daring.

"Dulu banyak warga yang dagang di sini, sekarang banyak yang tutup. Tapi mereka sekarang jualan online, olahan hasil laut," ujarnya.

Selama bulan Ramadan, kawasan wisata ini juga sementara ditutup. Pengelola memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan pembersihan dan perawatan fasilitas menjelang libur Lebaran.




(afn/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads