- 8 Destinasi Wisata Masjid Bersejarah di Jawa Tengah 1. Masjid Sekayu Semarang 2. Masjid Agung Demak 3. Masjid Jami Aulia 4. Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur 5. Masjid Wali Perkasa 6. Masjid Menara Kudus 7. Masjid Mantingan 8. Masjid Agung Keraton Solo
- FAQ Masjid bersejarah apa saja di Jawa Tengah yang terkait dengan tokoh penting penyebar Islam? Masjid mana yang memiliki Al-Quran berukuran raksasa? Masjid mana yang disebut sebagai masjid tertua di Pulau Jawa?
Saat di Jawa Tengah, kita bisa mengisinya dengan melakukan berbagai kegiatan positif, termasuk mengunjungi destinasi wisata religi populer berupa masjid-masjid bersejarah di sekitar. Tahukah kamu, ternyata di Jawa Tengah tersimpan begitu banyak masjid bersejarah? Untuk mengetahuinya secara lebih jelas, cek daftar masjid bersejarah di Jawa Tengah melalui artikel ini.
Seperti namanya, masjid-masjid bersejarah berarti menunjukkan adanya sejarah panjang yang melatarbelakangi terbentuknya masjid tersebut di masa lalu. Tak hanya menyimpan sejarah yang bermakna mendalam, keberadaan masjid yang masih kokoh sampai sekarang juga menjadi hal luar biasa yang perlu kita syukuri sampai sekarang.
Sebab, dengan begitu, generasi sekarang masih bisa menyaksikan bukti atas peninggalan sejarah Islam di masa lalu. Sama halnya dengan masjid bersejarah di Jawa Tengah yang masih bisa dijumpai oleh masyarakat hingga sekarang. Bahkan sebagian di antaranya menjadi destinasi wisata religi andalan dan beberapa masih digunakan sebagai tempat beribadah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, buat kamu yang berencana mengunjungi wisata religi di Jawa Tengah, tidak ada salahnya menambahkan masjid-masjid ini ke dalam daftar kunjungan. Dilansir laman Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Visit Jawa Tengah, sampai Kementerian Pariwisata, berikut daftarnya.
Poin Utamanya:
- Beberapa masjid seperti Masjid Sekayu Semarang (1413 M) dan Masjid Agung Demak (abad ke-15) menjadi bukti awal perkembangan Islam di Jawa, erat hubungannya dengan peran Wali Songo.
- Masjid seperti Masjid Menara Kudus dan Masjid Agung Keraton Solo menunjukkan akulturasi Islam dengan budaya lokal (Hindu-Jawa dan Jawa kuno), terlihat dari arsitektur dan ornamen bangunannya.
- Selain tempat sholat, masjid-masjid seperti Masjid Mantingan, Masjid Jami Aulia Pekalongan, dan Masjid Wali Perkasa juga menjadi cagar budaya menyimpan peninggalan sejarah penting.
8 Destinasi Wisata Masjid Bersejarah di Jawa Tengah
1. Masjid Sekayu Semarang
Masjid bersejarah di Jawa Tengah dibuka dengan Masjid Sekayu Semarang yang letaknya ada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Masjid Sekayu Semarang dikenal sebagai salah satu masjid tertua yang ada di Jawa Tengah. Mengapa demikian? Sebab, masjid ini telah dibangun sejak tahun 1413 silam.
Seperti namanya, masjid ini ternyata dibangun di tempat pengumpulan sekayu. Dikisahkan dahulu ada tempat pengumpulan kayu yang menjadi bahan baku pembangunan Masjid Agung Demak. Nah, tempat inilah yang akhirnya dijadikan sebagai Masjid Sekayu Semarang. Menariknya, pembangunan Masjid Sekayu Semarang tidak terlepas dari peran ulama yang merupakan murid dari Sunan Gunung Jati, yaitu Kiai Kamal.
"Masjid Sekayu dulunya adalah tempat pengumpulan kayu yang dinamakan pekayuan, yang direncanakan untuk pembangunan masjid di Demak. Kemudian menjadi Sekayu," jelas Achmad Arief selaku Dewan Ketakmiran Masjid Sekayu.
2. Masjid Agung Demak
Sebelumnya sudah disinggung sedikit soal Masjid Agung Demak. Ternyata masjid yang satu ini juga turut masuk dalam daftar masjid bersejarah di Nusantara, lho. Kalau Masjid Sekayu Semarang dibangun di tahun 1413 M, Masjid Agung Demak justru lebih awal lagi. Hal ini yang membuat Masjid Agung Demak adalah masjid tertua di Pulau Jawa.
Masjid Agung Demak bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata religi atau tempat beribadah bagi kaum muslim. Lebih dari itu, Masjid Agung Demak juga termasuk salah satu ikon dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah itu sendiri.
Dahulu Masjid Agung Demak didirikan oleh Wali Songo. Tepatnya sekitar tahun 1401 Saka. Selain berfungsi sebagai tempat beribadah, Masjid Agung Demak juga menyimpan peninggalan sejarah Islam di Nusantara. Di dalamnya terdapat museum yang berisi koleksi peninggalan dari sejarah dibangunnya Masjid Agung Demak.
3. Masjid Jami Aulia
Kalau dua masjid sebelumnya mungkin cukup familiar di telinga masyarakat secara umum, ada juga masjid bersejarah lainnya yang belum banyak diketahui. Masjid yang satu ini berasal dari Kota Pekalongan, Jawa Tengah yang memiliki nama Masjid Jami Aulia.
Masjid Jami Aulia adalah masjid yang diketahui telah dibangun sejak 1035 Hijriah. Penentuan tahun pembangunan ini didasarkan pada tulisan berbahasa Arab yang terletak di pintu pemisah bagian dalam dan luar tempat sholat di masjid ini.
Selain memiliki usia yang sudah sangat tua, ada juga keunikan yang bisa saja tidak dapat dijumpai di masjid-masjid lainnya. Ada sebuah Al-Quran dengan ukuran luar biasa besar terdapat di Masjid Jami Aulia ini. Al-Quran tersebut berukuran sekitar 2x2,3 meter. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang sengaja mendatangi Masjid Jami Aulia di Kota Pekalongan untuk bisa menyaksikan secara langsung Al-Quran dalam ukuran tak biasa tersebut.
4. Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur
Selanjutnya, ada juga Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur yang letaknya ada di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Masjid yang satu ini tidak terlepas pembangunannya dari peran salah satu Walisongo, yaitu Sunan Kudus.
Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur diketahui telah berdiri sejak abad ke-16 yang mana di dalamnya masih bisa dilihat secara langsung arsitektur khas dan mungkin berbeda dengan masjid-masjid tertua di Jawa Tengah lainnya. Selain menawarkan arsitektur yang klasik, masjid ini juga memiliki tiang penyangga terbuat dari bahan kayu yang terjaga keasliannya.
Selain itu, di Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur juga terdapat sebuah sumur yang tak pernah kering meski tengah berada di musim kemarau sekali pun. Di dalamnya terdapat air yang disebut sebagai air salamun, yang mana masyarakat sekitar memiliki kepercayaan tentang adanya kebaikan saat mengonsumsinya. Masjid ini juga termasuk sebagai cagar budaya yang dijaga.
5. Masjid Wali Perkasa
Bergeser ke Kabupaten Purbalingga, ada Masjid Wali Perkasa yang tak kalah menyimpan keunikan tersendiri. Masjid yang satu ini juga telah ditetapkan oleh cagar budaya oleh pemerintah setempat.
Meskipun telah mengalami pemugaran dan perbaikan, Masjid Wali Perkasa masih mempertahankan bagian keasliannya. Sebut saja saka guru, pengeret, sunduk, umpak, blandar, sampai kili yang masih dijaga hingga sekarang.
Dikisahkan Masjid Wali Perkasa dibangun oleh sosok yang menjadi inspirasi nama masjid ini, yaitu Mahdum Wali Perkasa. Sosok ini dulunya adalah tokoh yang menyebarkan agama Islam di wilayah Purbalingga. Slaah satu keunikan di Masjid Wali Perkasa ini adalah adanya salah satu saka guru yang ditulis dalam huruf Ibrani.
6. Masjid Menara Kudus
Sebelumnya sudah ada Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur. Kali ini ada juga Masjid Menara Kudus yang letaknya juga ada di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Sama halnya dengan Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur, Masjid Menara Kudus juga tidak terlepas dari peran Sunan Kudus sebagai tokoh penyebar agama Islam di wilayah tersebut.
Diketahui masjid ini sudah dibangun sejak tahun 1549 M. Berbeda dengan masjid lainnya yang menyajikan nuansa sejarah Islam di Nuansa yang begitu kental, Masjid Menara Kudus justru menunjukkan bentuk akulturasi budaya. Sebab, arsitektur yang digunakan dalam pembangunan masjid ini menggabungkan antara unsur Islam dan juga budaya Hindu-Jawa.
Tak heran, saat berkunjung ke sini, masyarakat bisa melihat adanya bangunan yang memiliki ciri khas unik dengan tampilan berbeda yang mungkin belum pernah dijumpai sebelumya. Selain sebagai tempat beribadah, Masjid Menara Kudus juga cukup sering dikunjungi oleh para peziarah untuk berziarah ke makam Sunan Kudus.
7. Masjid Mantingan
Terdapat juga sebuah masjid bersejarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah bernama Masjid Mantingan. Masjid yang satu ini ternyata dibangun oleh sosok pemimpin Jepara pada masa lampau, yaitu Ratu Kalinyamat.
Masjid Mantingan dibangun pada tahun 1481 Saka atau 1559 Masehi. Pada saat itu, pembangunan masjid ini dikerjakan setelah Masjid Agung Demak selesai didirikan. Dikisahkan masjid ini dibangun setelah Ratu Kalinyamat kehilangan sang suami, yaitu Sultan Hadiri.
Sebagai upaya untuk mengatasi rasa sedihnya, sang ratu membuat makam dan juga masjid yang berlokasi di wilayah Mantingan. Inilah yang membuatnya memiliki nama sebagai Masjid Mantingan.
8. Masjid Agung Keraton Solo
Saat tengah berkunjung ke Kota Solo, tidak ada salahnya menambahkan Masjid Agung Surakarta atau Masjid Agung Keraton Solo sebagai destinasi wisata religi kamu. Masjid ini menjadi salah satu masjid yang menyimpan sejarah di Surakarta, Jawa Tengah.
Masjid ini ternyata menunjukkan bukti akulturasi budaya yang dapat dilihat pada arsitekturnya yang bergaya Jawa kuno dan juga Arab Persia. Pada bagian luar, sekilas Masjid Agung Keraton Solo mungkin saja terlihat mirip dengan Masjid Agung Demak.
Namun, saat masuk ke dalamnya, ada berbagai keunikan yang mampu membedakannya. Lokasinya yang sangat strategis juga membuat Masjid Agung Keraton Solo banyak dikunjungi wisatawan. Lokasi Masjid Agung Keraton Solo berada didekat Pasar Klewer dan juga Alun-Alun Lor Surakarta.
Setelah mengetahui sejumlah masjid bersejarah di Jawa Tengah yang cocok jadi destinasi wisata religi selama bulan Ramadan, kamu patut mampir saat berada di sekitarnya. Semoga informasi ini membantu, ya!
FAQ
Masjid bersejarah apa saja di Jawa Tengah yang terkait dengan tokoh penting penyebar Islam?
Beberapa masjid memiliki kaitan erat dengan tokoh besar, seperti Masjid Mantingan yang dibangun oleh Ratu Kalinyamat, serta Masjid Jami' Wali Al-Ma'mur dan Masjid Menara Kudus yang berkaitan erat dengan Sunan Kudus.
Masjid mana yang memiliki Al-Quran berukuran raksasa?
Keunikan tersebut bisa ditemukan di Masjid Jami Aulia . Masjid ini menyimpan Al-Quran berukuran sekitar 2 x 2,3 meter yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Masjid mana yang disebut sebagai masjid tertua di Pulau Jawa?
Salah satu yang disebut sebagai masjid tertua di Pulau Jawa adalah Masjid Agung Demak. Masjid ini Didirikan oleh Wali Songo sekitar tahun 1401 Saka dan menjadi ikon sejarah Islam di Kabupaten Demak.
(sto/aku)