Dari 224 objek wisata di Jawa Tengah, ada empat destinasi yang menjadi favorit wisatawan saat musim Lebaran tahun ini. Hal itu diungkap oleh Wakapolda Jateng Brigjen Latif Usman.
"Pada hari ini, kami telah melakukan vicon (video conference) dan kita melaporkan khususnya kepada Bapak Kapolri, khususnya kegiatan untuk pengamanan wisata. Wisata yang ada di Jawa Tengah ini tercatat ada 224 lokasi," kata Latif kepada wartawan di Kampung Seni Borobudur, Selasa (24/3/2026).
"Tapi, memang yang menjadi favorit di Jawa Tengah itu yang mengalami peningkatan kunjungan yaitu di Lawang Sewu, itu ada 199.000 sekian; Masjid Syekh Zayed yang ada di Solo 100.000 sekian; Candi Prambanan 53.491 dan Candi Borobudur yang pada saat ini kita berada di sini. Pada tahun ini Candi Borobudur dari tanggal 13 sampai 23 Maret itu ada kunjungan 36.709 wisatawan. Dibanding tahun 2025, ini ada penurunan 0,06 persen," sambung Latif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya akan terus melakukan pemantauan ketat di setiap objek wisata. Mengingat hampir seluruh destinasi mengalami peningkatan aktivitas wisatawan.
"Kita terus lakukan pemantauan karena akan terjadi peningkatan aktivitas masyarakat menuju tempat wisata. Upaya kita tentunya bagaimana khususnya wisata laut, wisata gunung, atau wisata cagar budaya. Ini secara keseluruhan arus masuk, arus keluar, kita telah menempatkan personel untuk melakukan pengamanan," katanya.
Ditemui terpisah, Direktur Operasi InJourney Destination Management (IDM) Indung Purwita Jati mengakui, memang dibandingkan dengan tahun 2025, untuk di masa ramai Lebaran 2026 Candi Borobudur memang ada penurunan.
"Kalau faktornya (penurunan) mungkin banyak ya. Mungkin kalau sekarang terkait dengan geopolitik mungkin juga berpengaruh ya. Jadi walaupun itu tidak berpengaruh secara langsung, tapi mungkin berpengaruh juga terhadap spending uang dari para masyarakat di masa liburan ini," bebernya.
"Jadi mereka kemungkinan mudik tetap mudik, tapi untuk ke daerah wisata lebih selektif begitu. Ada kemungkinan, tapi itu pun juga masih kita cermati sejauh ini, apakah memang itu berpengaruh yang paling besar atau tidak. Karena sebenarnya hal itu mungkin berpengaruh tidak hanya berpengaruh di industri pariwisata saja. Mudah-mudahan sih bukan karena itu ya," pungkasnya.
(aku/afn)