Sejarah Kota Lama Semarang yang Dijuluki Little Netherland Asal Indonesia

Sejarah Kota Lama Semarang yang Dijuluki Little Netherland Asal Indonesia

Desi Rahmawati - detikJateng
Rabu, 25 Mar 2026 10:30 WIB
Wisatawan berjalan di Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/9/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juli 2025 mencapai 100,20 juta perjalanan menurun 4,68 persen dibandingkan Juni 2025. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Kota Lama Semarang (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Semarang -

Kota Lama Semarang merupakan salah satu destinasi wisata bersejarah yang masih menyimpan sisa-sisa peninggalan masa kolonial Belanda di Jawa Tengah khususnya kota Semarang. Kawasan wisata tersebut hingga kini masih menyimpan bangunan berarsitektur Eropa yang berdiri dengan kokoh dan terawat. Arsitektur bangunan dan jalanan yang masih khas dengan gaya arsitektur Eropa menjadikan Kota Lama Semarang dijuluki Little Netherland asal Indonesia.

Kawasan Kota Lama Semarang merupakan cagar budaya yang memiliki nilai-nilai sejarah yang penting dalam perkembangan kota Semarang sejak abad ke-17. Bangunan dan kanal-kanal air yang ada di sepanjang jalan kawasan ini menggambarkan berbagai aktivitas di masa lalu.

Saat ini, Kota Lama Semarang menjadi salah satu destinasi paling ikonik di Semarang. Wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini dapat menemukan sejarah mengenai aktivitas perdagangan, pola kehidupan di masa kolonial, dan sejarah perkembangan kota Semarang. Belum pernah menelaah sejarah Kota Lama Semarang? Temukan ulasan lengkapnnya di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejarah Kota Lama Semarang

Sejarah Kota Lama Semarang tidak terlepas dari masa kolonial Belanda yang terjadi di Indonesia. Dirujuk dari laman Wonderful Indonesia, sejarah awal Kota Lama Semarang bermula pada abad ke-17.

Pada saat itu, Belanda yang menjajah Indonesia menjadikan kota Semarang sebagai salah satu pusat perdagangan. Letaknya yang berada di pesisir utara Jawa menjadikan Semarang sebagai jalur pelayaran yang strategis.

ADVERTISEMENT

Arus perdagangan yang berkembang pesat di kota ini menyebabkan Pemerintah Belanda membangun benteng serta daerah tempat tinggal. Kawasan benteng dan tempat tinggal inilah yang kemudian disebut dengan Kota Lama Semarang.

Kawasan tersebut terdiri dari bangunan bergaya Indische dan neoklasik dengan jalan yang lurus dan dikelilingi kanal-kanal air layaknya tata kota negara Eropa. Berangkat dari kawasan ini, kota Semarang kemudian menjadi pusat aktivitas perdagangan, administrasi, dan ekonomi Belanda. Berbagai kantor dagang berdiri di kawasan kota tersebut.

Setelah masa kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, bangunan di kawasan Kota Lama Semarang mulai mengalami transformasi karena revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Hingga kini, kawasan Kota Lama Semarang masih eksis dan menjadi destinasi wisata bersejarah di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Mengapa Dijuluki Little Netherland Asal Indonesia?

Asal-usul Kota Lama Semarang memiliki julukan Little Netherland disebabkan oleh konsep tata ruang dan gaya arsitektur bangunan di kawasan tersebut yang menyerupai kota-kota di Eropa. Dilansir situs Badan Otorita Borobudur, kawasan Kota Lama Semarang memiliki gaya arsitektur khas Eropa tahun 1700-an. Terdapat berbagai bangunan bergaya khas Eropa, seperti Gereja Blenduk, pabrik rokok, dan stasiun kereta api.

Kota tersebut dibangun mengikuti konsep tata ruang Belanda yang dilengkapi dengan kanal-kanal air di sekeliling kota, memiliki jalan lurus yang di-paving dengan batu, serta nuansa kawasan yang klasik ala Eropa. Hingga kini, kawasan Kota Lama Semarang masih mempertahankan konsep tersebut sehingga menjadikannya destinasi wisata yang menyajikan nuansa Eropa yang kuat di tengah kawasan modern Kota Semarang.

Demikian sejarah dari Kota Lama Semarang yang dijuluki Little Netherland. Apakah detikers tertarik untuk berkunjung dan menyaksikan arsitektur khas Belanda di Kota Lama Semarang? Semoga artikel ini dapat membantumu mengenali kekayaan Indonesia, ya!

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(num/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads