Pemerintah Desa Sitiluhur di Kabupaten Pati membuka sebuah tempat wisata menarik bernama Sitiluhur Park yang ada di Lereng Pegunungan Muria. Selain banyak wahana, tiket masuknya ke wisata ini hanya Rp 3 ribu saja.
Objek wisata Sitiluhur Park ini berada di Lereng Pegunungan Muria. Lokasinya tidak jauh dari wisata Waduk Gunung Rowo karena masih dalam satu wilayah yakni Desa Sitiluhur.
Wisata ini dikelola oleh pemerintah desa. Di sana terdapat banyak wahana permainan baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Suasana adem di lereng pegunungan juga menjadi daya tarik sendiri untuk wisatawan menikmati wisata di tengah pedesaan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu wisatawan Yantiantika bersama rombongan datang bersama keluarganya ingin menikmati wisata ini. Menurutnya wisata ini terdapat banyak permainan untuk anak-anaknya. Terlebih seperti dirinya bisa menikmati suasana desa.
"Ini worth it banget karena di sini biaya masuk murah, dan banyak permainan di sini, ada naik kereta, naik motor, terapi ikan sampai bisa petik sayuran, bisa jadi edukasi anak-anak melihat suasana desa," ungkap Tika ditemui di lokasi, Jumat (3/4/2026).
Kepala Desa Sitiluhur, Suyuti mengatakan di lokasi wisata yang baru buka sejak awal tahun 2026 ini, terdapat berbagai macam wahana permainan.
"Ada kereta sinderela, terapi ikan, ada memberikan makan ikan, edukasi petik sayur-sayuran, sementara ada sayuran terong dan buncis," kaga Suyuti kepada wartawan di lokasi.
Menurutnya tempat wisata ini unik, selain banyak permainan juga ada wahana permainan. Harganya pun ramah di kantong para wisatawan.
"Keunikannya ada kereta kebun, belum ada di Pati hawanya adem dan dekat Gunung Rowo ada kuliner makanan juga," kata dia.
"Harganya itu mulai masuk wisata Rp 3 ribu per orang, kemudian tiap wahana ada Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu," imbuhnya.
Menurutnya wisatawan datang dari wilayah Pati bahkan beberapa luar kota yang sedang mudik. Dia berharap wisata ini bisa menjadi potensi daerah dan bisa menambah pendapatan asli daerah atau PAD.
"Sitiluhur potensi wisata banyak, ada air terjun kemudian ada bukit naga, masih banyak yang lain dalam rangka dana desa dari pusat memang kurang kita harus menggali potensi yang ada sehingga menjadi sumber daya pemerintah Desa Sitiluhur," ungkap dia.
(alg/alg)