Mendaki gunung kini menjadi aktivitas alam terbuka yang semakin diminati, termasuk oleh mereka yang baru pertama kali ingin mencoba. Indonesia memiliki banyak gunung dengan jalur yang relatif aman, waktu tempuh yang tidak terlalu lama, serta medan yang ramah bagi pemula. Dengan persiapan yang tepat, pendaki pemula tetap bisa menikmati keindahan alam tanpa harus menghadapi risiko ekstrem.
Gunung-gunung yang cocok untuk pemula umumnya memiliki akses yang mudah, jalur yang jelas, dan ketinggian yang tidak terlalu menantang. Selain itu, keberadaan fasilitas pendukung serta pemandangan menarik di sepanjang jalur pendakian menjadi nilai tambah yang membuat pengalaman mendaki lebih menyenangkan dan berkesan.
Oleh karena itu, bagi detikers yang ingin belajar mendaki gunung, berikut adalah 8 gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula, yang menawarkan jalur bersahabat, panorama indah, serta pengalaman mendaki yang aman dan nyaman bagi pendaki pemula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekomendasi Gunung yang Cocok untuk Pemula di Indonesia
Daftar gunung berikut ini bisa dijadikan referensi bagi detikers yang berniat untuk mendaki gunung namun belum memiliki pengalaman yang banyak. Ulasan gunung-gunung ini dirangkum dari laman Badan Otorita Borobudur, Visit Jawa Tengah, Desa Sikunang, Taman Hutan Raya Raden Soerjo, buku Grading Jalur Pendakian Gunung oleh Kementerian Kehutanan, Southeast Asia karya Jeremy Atiyah, publikasi berjudul Perancangan Informasi Wisata Gunung Papandayan Melalui Media Kartu Pos oleh Devan Sandy Aprilliant, dan sosial media masing-masing pengelola gunung.
1. Gunung Bromo
Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu gunung berapi paling ikonik di Indonesia yang berada di Jawa Timur. Gunung ini sangat cocok untuk pendaki pemula karena jalurnya relatif mudah, jelas, dan tidak terlalu ekstrem dibandingkan gunung-gunung lain di Pulau Jawa.
Salah satu yang menjadikan Bromo sebagai pilihan adalah jarak tempuh yang cepat hanya sekitar 30 menit dari area parkir, sehingga tidak perlu berlelah-lelah demi view yang cantik. Jalur menuju puncak Bromo termasuk Grade 1 (sangat mudah) sesuai dengan sistem penilaian jalur pendakian di Indonesia.
Dengan kelas jalur tersebut, berarti medan yang dilalui pendek dan mudah dinavigasi tanpa memerlukan pengalaman mendaki yang berat, sehingga cocok untuk pemula yang ingin merasakan pengalaman gunung tanpa tantangan teknis yang tinggi. Selain itu, Bromo menawarkan pemandangan alam yang spektakuler seperti lautan pasir, kawah aktif, serta fenomena matahari terbit (sunrise).
Semua hal yang dimiliki Bromo tersebut sudah terkenal dan sangat populer di media sosial, menjadikannya pilihan ideal bagi pendaki pemula yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus mengambil foto yang menarik.
2. Gunung Bismo
Gunung Bismo merupakan salah satu gunung di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yang sering direkomendasikan untuk pendaki pemula. Gunung Bismo memiliki ketinggian sekitar 2.365 meter di atas permukaan laut, Gunung Bismo memiliki jalur pendakian yang relatif pendek dan tidak memerlukan teknik khusus.
Jalur pendakian Gunung Bismo dikenal cukup jelas, aman, dan dapat ditempuh dalam waktu singkat, sehingga cocok bagi pendaki yang baru pertama kali naik gunung atau ingin melatih stamina. Sepanjang perjalanan, pendaki akan disuguhi pemandangan alam khas Dieng yang terbuka, sementara puncaknya menawarkan panorama luas yang dapat dinikmati tanpa harus menempuh medan ekstrem.
Hal inilah yang menjadikan Gunung Bismo sebagai pilihan tepat bagi pemula yang ingin merasakan pengalaman mendaki gunung dengan risiko relatif rendah dan suasana yang menyenangkan.
3. Gunung Prau
Gunung Prau adalah gunung yang berada di Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, dengan ketinggian sekitar 2.565 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini terkenal karena pemandangan matahari terbit (sunrise) yang sangat indah, dan pendaki yang berhasil mencapai puncaknya akan disuguhi panorama bukit-bukit dan lautan awan khas Dieng.
Gunung Prau memiliki beberapa basecamp resmi seperti Patak Banteng, Kalilembu, Dwarawati, Wates, Igirmranak, dan lainnya, yang menjadi titik awal jalur pendakian menuju puncak utama. Gunung Prau bisa menjadi pilihan bagi pemula karena jalur pendakiannya relatif jelas, tidak terlalu panjang dibandingkan gunung lain di Indonesia.
Banyak rute yang dapat ditempuh dalam waktu yang wajar (sekitar 2-4 jam tergantung basecamp yang dipilih). Medan pendakian di beberapa rute, terutama via Patak Banteng, cenderung ramah dan tidak memerlukan keterampilan teknis mendaki yang tinggi, sehingga cocok bagi mereka yang baru pertama kali mencoba naik gunung.
4. Gunung Andong
Gunung Andong adalah gunung yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan ketinggian sekitar 1.726 meter di atas permukaan laut. Jalur pendakian di Andong relatif landai dan tidak terlalu tinggi, sehingga cocok untuk pendaki pemula yang ingin mencoba pengalaman naik gunung pertama kali tanpa medan yang ekstrem.
Waktu tempuh dari basecamp menuju puncak biasanya hanya sekitar 1,5-2 jam. Waktu yang relatif singkat ini menjadikannya pilihan yang ramah bagi pendaki baru yang belum terbiasa trek panjang atau teknis.
Perjalanan menuju puncak Gunung Andong dilalui melalui jalur yang jelas dengan beberapa pos istirahat, sehingga pendaki dapat menyesuaikan ritme berjalan mereka sambil menikmati pemandangan alam sekitar. Puncaknya menawarkan panorama yang luas termasuk pemandangan gunung-gunung lain di sekitarnya seperti Merbabu, Merapi, dan Sindoro.
Fasilitas di sekitar basecamp seperti parkir, warung, dan area istirahat juga membuat pendakian lebih nyaman bagi pemula sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak.
5. Gunung Batur
Gunung Batur merupakan gunung berapi aktif di Bali dengan ketinggian sekitar 1.717 meter di atas permukaan laut yang tergolong ramah bagi pendaki pemula. Gunung Batur memiliki beberapa kawah utama dengan jalur pendakian yang bervariasi, sehingga pendaki dapat memilih rute sesuai kemampuan.
Salah satu cara termudah untuk mencapai puncak adalah dengan berkendara hingga area Serongga di tepi Danau Batur, lalu melanjutkan pendakian singkat sekitar 30 menit hingga 1 jam menuju kawah tertinggi, yaitu Batur I. Jalur ini tergolong singkat dan tidak terlalu teknis, cocok bagi pendaki yang baru pertama kali mencoba naik gunung.
Bagi pemula yang tidak membawa kendaraan pribadi, rute yang umum digunakan adalah pendakian dari Toya Bungkah atau dari jalan dekat Pura Jati menuju kawah Batur. Waktu tempuh jalur ini sekitar 2-3 jam naik dan 1-1,5 jam turun, dengan kondisi jalur yang masih dapat diikuti tanpa keahlian khusus, terutama saat siang hari dan cuaca cerah.
Namun, pendakian Gunung Batur paling disarankan dilakukan pada musim kemarau karena jalur lebih aman dan pemandangan dapat dinikmati secara maksimal. Dengan jalur yang relatif pendek, ketinggian yang tidak ekstrem, serta akses yang cukup mudah, Gunung Batur menjadi salah satu pilihan ideal bagi pendaki pemula yang ingin merasakan pengalaman mendaki gunung dengan tantangan yang masih terjangkau.
6. Gunung Papandayan
Gunung Papandayan merupakan gunung api strato yang terletak di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sekitar 70 km di sebelah tenggara Kota Bandung, dengan ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut. Gunung Papandayan dikenal sebagai salah satu gunung yang mudah diakses dan memiliki jalur pendakian yang relatif tidak sulit dibandingkan gunung lain dengan ketinggian serupa.
Gunung Papandayan sering dijadikan gunung perkenalan bagi pendaki pemula karena medan pendakiannya cukup bersahabat dan tidak membutuhkan teknik khusus. Pendaki tidak hanya disuguhi jalur yang aman, tetapi juga berbagai destinasi alam yang menarik sepanjang perjalanan, seperti Kawah Mas, Kawah Baru, dan Hutan Mati.
Keberadaan objek-objek ini membuat pengalaman mendaki terasa lebih menyenangkan dan berkesan, sehingga banyak pendaki pemula tertarik untuk kembali mendaki di kemudian hari. Sebagai gunung api yang masih aktif, Gunung Papandayan memiliki setidaknya 14 kawah yang dapat berubah secara alami, dengan Kawah Mas sebagai salah satu yang terbesar.
Pendaki dapat melihat kawah dari jarak dekat, menyaksikan uap belerang yang mengepul dan mendengar suara alam khas aktivitas vulkanik. Selain kawasan kawah, terdapat Hutan Mati yang berada tidak jauh dari area perkemahan Pondok Saladah, serta hamparan bunga edelweiss di sekitarnya. Kombinasi jalur yang ramah dan kekayaan destinasi alam inilah yang menjadikan Gunung Papandayan sangat cocok bagi pendaki pemula.
7. Gunung Watu Jengger
Gunung Watu Jengger adalah salah satu destinasi pendakian yang berada dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo di Dusun Nawangan, Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Watu Jengger memiliki elevasi sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, sehingga tidak terlalu tinggi dan cocok untuk pendaki pemula yang ingin mencoba pengalaman mendaki tanpa medan ekstrem.
Jalur pendakian menuju puncak relatif mudah diikuti, dan dari puncaknya pendaki dapat menikmati pemandangan alam sekitar termasuk gugusan pegunungan seperti Gunung Anjasmoro yang tampak jelas di kejauhan. Pendakian ke puncak Watu Jengger biasanya dapat diselesaikan dalam sekitar 1,5 hingga 2 jam tergantung kecepatan dan kondisi fisik masing-masing pendaki, sehingga cocok bagi pendaki baru atau keluarga yang ingin mengalami trekking ringan di alam terbuka.
Rute ini sering dilalui tanpa perlengkapan teknis, namun pendaki perlu tetap berhati-hati karena beberapa bagian jalur memiliki tanjakan dan permukaan berbatu yang bisa licin terutama setelah hujan. Sebagai bagian dari Tahura Raden Soerjo, Watu Jengger dikelola dengan sistem pendaftaran yang teratur, dan pendaki biasanya perlu melakukan registrasi resmi sebelum naik untuk keselamatan serta pengaturan kunjungan yang baik.
8. Gunung Mongkrang
Gunung Mongkrang adalah destinasi alam di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Gunung Mongkrang memiliki elevasi sekitar 2.194 meter di atas permukaan laut yang menjadi pilihan menarik bagi pendaki pemula karena medan dan jalurnya yang cukup mudah dilalui.
Kawasan ini mulai membuka jalur pendakian secara resmi sejak 2019 dan sejak itu menjadi populer di kalangan pencinta alam sebagai tempat untuk melakukan hiking atau trekking ringan tanpa medan ekstrem seperti di gunung-gunung besar lainnya. Pendakian ke puncak Bukit Mongkrang relatif singkat dan tidak berat, sehingga banyak pendaki baru bisa mencapai puncak hanya dalam sekitar 1 jam-1,5 jam tergantung kondisi fisik dan ritme berjalan.
Di sepanjang jalur pendakian tersedia spot pemandangan alam, termasuk padang ilalang dan panorama pegunungan lain di kejauhan seperti Gunung Lawu yang tampak jelas dari puncaknya, sehingga pengalaman pendakian tetap menarik bagi pemula tanpa memerlukan teknik khusus atau peralatan berat.
Bukit Mongkrang juga dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti tempat parkir, warung, area camping, serta jalur yang cukup jelas bagi pendaki yang baru pertama kali mencoba aktivitas mendaki. Lokasi ini sering direkomendasikan sebagai tempat latihan awal sebelum mencoba jalur pendakian yang lebih panjang atau teknis di gunung-gunung lain di Indonesia.
Demikian daftar gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula, semoga dapat menjadi referensi bagi detikers yang ingin memulai hobi mendaki dengan aman, nyaman, dan penuh pengalaman berkesan.
Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(sto/dil)