Pendakian Gunung Merbabu jalur Suwanting di Kabupaten Magelang kini dilengkapi shelter emergency berbasis teknologi. Shelter ini dibangun sebagai ruang perlindungan darurat bagi pendaki yang mengalami kondisi berbahaya di jalur pendakian.
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Anggit Haryoso, mengatakan keberadaan shelter ini merupakan bagian dari penguatan sistem mitigasi risiko dalam aktivitas pendakian di kawasan konservasi tersebut.
"Pembangunan shelter emergency ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kementerian Kehutanan dalam mewujudkan program Zero Accident di kawasan Taman Nasional," ujar Anggit Haryoso, dalam keterangan tertulis kepada para wartawan Senin (15/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Anggit, shelter emergency ini berada di Pos 3 jalur pendakian Suwanting, Kabupaten Magelang. Di ketinggian 2.738 meter di atas permukaan laut (mdpl). Shelter ini pun telah resmi dioperasionalkan.
"Fasilitas ini dihadirkan untuk memperkuat sistem keselamatan pendaki. Sekaligus mendukung target zero accident di kawasan gunung tersebut. Shelter ini dirancang sebagai ruang perlindungan darurat bagi pendaki yang mengalami kondisi berbahaya di jalur pendakian, seperti cuaca ekstrem, hipotermia, tersesat, hingga kecelakaan," jelasnya.
Shelter ini menjadi titik evakuasi awal sebelum proses penanganan lebih lanjut dilakukan oleh petugas. Shelter emergency ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas berbasis teknologi. Antara lain, panel listrik tenaga surya, kamera pengawas atau CCTV, jaringan internet (Wi-Fi), perangkat komunikasi radio (RIG), serta sistem penangkal petir.
"CCTV di lokasi tersebut juga difungsikan untuk memantau kondisi cuaca dan aktivitas pendakian secara real time," imbuhnya.
Anggit menyampaikan, pembangun shelter emergency ini dilaksanakan mulai 29 Mei hingga 10 Juni 2026 melalui skema cost sharing. Hasil kolaborasi Balai TN Gunung Merbabu, Arei Outdoor Gear, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Suwanting Indah.
"Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan keselamatan pendaki, sekaligus menjadi momentum untuk menciptakan pendakian yang lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab," tuturnya.
Pihaknya juga mengingatkan agar seluruh pendaki turut menjaga fasilitas yang telah disediakan ini, agar dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.
"Kami mengimbau para pendaki untuk menggunakan fasilitas ini dengan bijak, tidak merusak, tidak melakukan vandalisme, serta menjaga kebersihan lingkungan. Mari bersama-sama menjaga kawasan ini dan meninggalkan jejak kebaikan, bukan sampah," imbaunya.
Kepala Dusun Suwanting, Sutopo, menambahkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari kolaborasi pengelolaan kawasan konservasi berbasis masyarakat.
"Kami mendukung penuh upaya peningkatan keselamatan pendaki. Ini juga menjadi bentuk peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola kawasan Gunung Merbabu secara berkelanjutan," ungkapnya.
Sementara itu Head of Marketing Communciation Arei Outdoor Gear, Nashiruddin Muhammad, menyatakan bahwa pembangunan shelter emergency merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan aktivitas pendakian Gunung Merbabu Jalur Suwanting.
(aku/dil)
