166 Sekolah Rakyat Telah Diresmikan, Mensos Bakal Tambah Lagi Tahun 2026

166 Sekolah Rakyat Telah Diresmikan, Mensos Bakal Tambah Lagi Tahun 2026

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 29 Des 2025 20:20 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Surabaya -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut, Sekolah Rakyat tahun ini sudah menyebar di 100 lebih titik. Rencananya, tahun 2026 nanti akan dilakukan penambahan.

"Alhamdulillah secara umum penyelenggaraan sekolah rakyat tahun ini di 166 titik itu bisa terselenggara dengan baik. Ada beberapa pada tahap-tahap awal yang yang menjadi bagian dari PR atau pekerjaan rumah kita bisa kita perbaiki. Hari ini kita lihat bagaimana bagaimana proses belajar mengajar di sekolah rakyat
itu mulai menampakkan hasil-hasilnya," kata Gus Ipul kepada wartawan di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (29/12/2025).

Ia juga meminta Ketua Tim Ahli Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Prof M Nuh untuk melakukan evaluasi dan penilaian. Khususnya yang sudah dikerjakan selama 6 bulan terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak Juli di 63 titik, pada bulan Agustus 37 titik, dan September jadi 66 titik. Saya merasa terharu karena mulai nampak bakat-bakat dari siswa sekolah rakyat," ujatnya.

ADVERTISEMENT

Pada tahun 2026 mendatang, Kemensos berencana menambah Sekolah Rakyat dengan bangunan sekolah tetap. Sebab, 166 titik Sekolah Rakyat tahun ini masih bangunan sementara.

"Tahun depan untuk sekolah permanen, sekarang ini di 166 titik itu kan baru sekolah rintisan. Gedungnya masih gedung sementara. Tapi yang akan dibangun tahun ini (2026) ada 104 gedung permanen sekolah rakyat di berbagai kabupaten/kota, termasuk di Kota Surabaya," jelasnya.

Gus Ipul mengatakan, ketika siswa masuk Sekolah Rakyat tidak ada yang namanya tes akademik. Calon siswa cukup cek kesehatan setelah memenuhi kriteria untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat.

Lalu terdapat tes DNA talent menggunakan teknologi berbasis AI untuk mengetahui kejeniusan anak. Seperti minat, bakat, talenta dari siswa-siswa Sekolah Rakyat.

"Dari situ kita bisa mengetahui dan sekaligus nanti membimbing dan mengarahkan sebaiknya mereka nanti berprofesi di bidang apa. Jadi ada yang di bidang teknik sekian persen, ada bidang kesehatan, ada bidang hukum, dan juga bidang-bidang lain yang diharapkan, ketika mereka sekolah atau memilih pekerjaan itu benar-benar sesuai dengan potensi yang dimiliki," urainya.

Berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto, lulusan Sekolah Rakyat harus melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi atau bila bekerja, akan disiapkan menjadi pekerja terampil. Baik bekerja di dalam negeri maupun luar negeri.

"Atau mungkin juga ada yang ingin jadi pengusaha. Itu juga akan nanti akan dibimbing sekaligus akan bekerja sama dengan kementerian lain. Jadi pada prinsipnya kita sudah memikirkan hilirisasi dari penyelenggaraan sekolah rakyat. Kira-kira lulusannya seperti apa nanti, tindak lanjutnya dan kemudian proses-proses pendidikan yang harus dilakukan di lingkungan sekolah rakyat," katanya.

Menurutnya, kendala Sekolah Rakyat selama ini adalah sarana dan prasarana. Tetapi saat ini sudah bisa dicukupi.

"Baik itu sarana-prasarana gedung ya, sarana air bersih, listrik maupun juga infrastruktur yang terkait dengan proses pendidikan seperti laptop, ya papan tulis digital, internet dan lain sebagainya. Alhamdulillah bisa dicukupi secara bertahap," pungkasnya.




(dpe/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads