Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Forkopimda Jatim melakukan pengecekan Pos Terpadu Pelayanan Natal 2025-Tahun Baru 2026 (Nataru) di dua titik di Surabaya.
Titik pertama yakni di Pos Terpadu Pelayanan Nataru Bundaran Waru. Gubernur Khofifah bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin memantau langsung titik penyekatan di Bundaran Waru.
Setelah itu, jajaran Forkopimda Jatim meninjau Pos Terpadu Pelayanan Nataru di Taman Bungkul. Di sini, jajaran Forkopimda Jatim meninjau langsung CCTV di sejumlah titik rawan saat malam pergantian tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolda Nanang memastikan situasi di Jawa Timur sangat kondusif.
"Menjelang tahun baru saya dengan Ibu Gubernur dengan Pak Pangdam mengadakan kegiatan untuk melakukan peninjauan di wilayah Surabaya dan sekitarnya untuk memastikan bahwa kegiatan menjelang pergantian tahun ini bisa berjalan dengan lancar dan alhamdulillah tadi dua titik yang sudah kita lihat semuanya berjalan lancar," kata Nanang.
"Kami juga monitor, memantau beberapa kota di wilayah Jawa Timur, kita pantau juga ada beberapa titik yang perlu diwaspadai sebelumnya namun pada saat ini kita lihat sangat lancar sekali," tambahnya.
Nanang juga menyebut di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi saat ini situasinya sangat lancar untuk penyebrangan.
"Untuk penyeberangan Ketapang tentunya juga dengan beberapa tempat berjalan kondusif," jelasnya.
Nanang menyebut sebanyak 12.000 personel gabungan TNI-Polri-Pemprov Jatim dan para relawan disiagakan untuk menjaga kondusifitas di seluruh Jawa Timur.
"Kita melibatkan kurang lebih 12.000 gabungan dari Polri, dari teman-teman TNI, dari Pemda untuk memastikan semua bisa berjalan lancar dan kami pun juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat pada saat kegiatan menjelang pergantian tahun seperti kita ketahui bersama bahwa sudah ada imbauan untuk tidak menyalakan petasan tentunya," jelasnya.
"Keputusan untuk tidak melakukan kegiatan pesta kembang api karena ada tiga provinsi di negara kita ini sedang berduka dan tentunya tidak elok kalau kita tidak bisa ikut berduka melihat kondisi yang demikian. Jadi silakan melakukan kegiatan-kegiatan menjelang akhir tahun baru ini dengan situasi yang sederhana," tambahnya.
Nanang berpesan kepada semua masyarakat untuk menyambut tahun 2026 dengan rasa optimisme yang tinggi.
"Bahwa kita introspeksi di tahun 2025 ini sehingga nanti pada saat 2026 kita songsong tahun baru dengan hal-hal yang baru dan hal yang lebih bagus lagi," tandasnya.
(auh/irb)
