6 Kecamatan di Tulungagung Diterjang Hujan-Angin, Puluhan Rumah Rusak

6 Kecamatan di Tulungagung Diterjang Hujan-Angin, Puluhan Rumah Rusak

Adhar Muttaqin - detikJatim
Sabtu, 03 Jan 2026 20:30 WIB
Angin kencang menumbangkan pohon dan menimpa rumah warga di Tulungagung
Angin kencang menumbangkan pohon dan menimpa rumah warga di Tulungagung (Foto: Dok. Istimewa)
Tulungagung -

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Tulungagung. Akibatnya puluhan rumah yang tersebar di 6 Kecamatan mengalami kerusakan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, mengatakan enam kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Sumbergempol, Ngunut, Rejotangan, Campurdarat, Boyolangu dan Kecamatan Gondang.

"Sore tadi hujan deras dan angin kencang terjadi sporadis di Tulungagung. Banyak pohon tumbang yang menutup jalan hingga menimpa rumah. Ini masih penanganan," kata Sudarmaji, Sabtu (3/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, di Kecamatan Ngunut angin kencang terjadi di Desa Sumberjokulon, Purworejo dan Pandansari. Kawasan wisata kuliner Balong Kawuk juga ikut terdampak.

ADVERTISEMENT

"Sedangkan di Kecamatan Boyolangu, angin kencang mengakibatkan 15 rumah di Desa Waung rusak. Kerusakan mayoritas pada bagian atap," imbuhnya.

Di Desa Rejosari, Kecamatan Gondang tercatat delapan rumah yang rusak, sedangkan di Desa Trenceng, Kecamatan Sumbergempol terdapat enam rumah rusak.

"Untuk di Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat atapnya rusak parah," jelasnya.

Mantan Sekretaris DPRD Tulungagung ini menambahkan cuaca ekstrem juga menumbangkan pohon berukuran besar di ruas jalan nasional di Desa/Kecamatan Rejotangan, Tulungagung. Akibatnya arus lalu lintas dari kedua arah sempat terganggu.

"Lokasinya di depan Stasiun Rejotangan. Alhamdulillah sekarang sudah teratasi," jelasnya.

Hingga malam ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tulungagung masih melakukan pendataan dan penanganan dampak bencana hidrometeorologi tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam sepekan mendatang," jelas Sudarmaji.




(dpe/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads