Sebanyak 18 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu ditemukan di Jawa Timur. Di tengah temuan tersebut, pakar mengingatkan daya tahan tubuh menjadi salah satu kunci untuk mencegah super flu.
Ahli Gizi dari Ottimmo International Heni Adhianata mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh agar tetap fit dan tidak mudah terinfeksi.
"Hubungannya dengan meningkatkan daya tahan tubuh supaya tetap fit. Yang pertama bisa dari pola makan," kata Heni saat dihubungi detikJatim, Kamis (8/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi gizi, masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan dan memperbanyak asupan buah serta sayur.
"Harus kita pastikan konsumsi air putih yang cukup 8 gelas sehari. Terus kemudian perbanyak konsumsi buah dan juga sayur terutama buah-buahan yang tinggi vitamin C," jelasnya.
Asupan protein juga tak kalah penting untuk menunjang sistem imun. Sementara dari sisi kebersihan, Heni menekankan agar makanan diolah dengan baik dan dimasak hingga matang, serta menghindari konsumsi makanan mentah.
Soal pilihan buah dan sayur, Heni menyebut masyarakat tak perlu terpaku pada bahan mahal. Buah musiman dengan harga terjangkau juga bisa menjadi sumber vitamin.
"Jenis buah bebas, kita bisa pilih buah-buah yang harganya terjangkau seperti jeruk, terus kemudian sekarang kan lagi musim ini, rambutan, kelengkeng itu juga bisa," tuturnya.
Untuk sayuran, ia merekomendasikan sayuran hijau seperti bayam dan kangkung, serta wortel dan tomat yang kaya vitamin, mineral, dan serat.
Heni juga mengingatkan, karena gejala super flu mirip flu biasa, seperti meriang, demam, serta gangguan di tenggorokan dan hidung, pola makan saat tubuh tidak enak badan perlu diperhatikan. Makanan berminyak sebaiknya dihindari.
Sebagai gantinya, ia menyarankan makanan hangat yang diolah dengan cara direbus atau dikukus.
"Misalnya kalau bisa sayur sop atau yang hangat-hangat seperti itu," tambahnya.
Baca juga: Dinkes Jatim Temukan 18 Kasus Super Flu |
Dari sisi minuman, air putih tetap menjadi pilihan utama. Konsumsi minuman dingin dan berkafein sebaiknya dikurangi agar penyerapan gizi tidak terganggu.
"Minumnya lebih disarankan minum air putih dulu. Minum air putih atau yang hangat, dikurangi konsumsi es atau kafein," tegas Heni.
Tak hanya itu, istirahat cukup juga menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
"Istirahat yang cukup tidur 7 sampai 8 jam sehari itu untuk meningkatkan daya tahan," sarannya.
Selain asupan gizi dan istirahat cukup, Heni juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri untuk mencegah penularan.
"Kebersihan personal hygiene bisa ditingkatkan, seperti sering cuci tangan, terus kalau memang enggak enak badan pakai masker," pungkasnya.
(auh/abq)
