Pemkot Gandeng PTS dan Kampus Singapura Digitalisasi Koperasi Surabaya

Pemkot Gandeng PTS dan Kampus Singapura Digitalisasi Koperasi Surabaya

Esti Widiyana - detikJatim
Sabtu, 10 Jan 2026 12:45 WIB
Kunjungan mahasiswa UK Petra ke koperasi di Surabaya
Kunjungan mahasiswa UK Petra ke koperasi di Surabaya/Foto: Istimewa
Surabaya -

Dinkopumdag Surabaya menggandeng UK Petra dan Singapore University of Technology and Design (SUTD) memperkuat sistem manajemen Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) melalui digitalisasi. Kolaborasi program internasional itu membedah tantangan manajemen serta operasional koperasi yang berada di Jalan Tambak Wedi.

Kepala Dinkopumdag Surabaya Mia Santi Dewi mengatakan, kolaborasi ini untuk meningkatkan kelas UMKM lewat digitalisasi. Koperasi SMB menjadi salah satu padat karya unggulan yang berhasil memberdayakan warga kurang mampu. Melihat omzet terus meningkat dan merambah pasar swasta, digitalisasi pun diperlukan.

"Kami mengedepankan bentuk koperasi untuk menaungi UMKM jahit ini. Saat ini perkembangannya bagus, sudah menerima order di luar pemerintah. Namun, kerja sama dengan UK Petra ini penting untuk membangun aplikasi stokis dan pemasaran agar pengelolaan barang dari bahan baku masuk hingga produksi selesai tidak lagi manual," kata Mia, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, bila prototipe digitalisasi berhasil, Pemkot akan mereplikasinya ke UMKM. "Ini meminimalisir potensi barang tercecer atau kesalahan hitung yang sering terjadi pada sistem manual," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Wakil Dekan 2 School of Business and Management UK Petra, Vido Iskandar menjelaskan, program ini menggunakan metode hackathon. Di mana mahasiswa ditantang secara intensif selama dua hari terakhir untuk dapat menciptakan solusi berbasis Machine Learning dan Data Visualization bagi kemajuan koperasi.

"Output-nya adalah prototipe berbasis web. Kami melibatkan mahasiswa Bisnis dan Informatika untuk membangun sistem menggunakan machine learning. Jadi, pengambilan keputusan ke depan harus berdasarkan data yang dimiliki oleh koperasi," jelas Vido.

Ia menyebut, ada tiga fokus utama pengembangan bagi Koperasi SMB yang dilakukan mahasiswa melalui digitalisasi. Pertama, perbaikan sistem pencatatan internal, memperluas jangkauan pasar dan persiapan pembukaan toko fisik (stokis) tahun 2026.

Jadi bagaimana mahasiswa dapat memberikan solusi nyata untuk permasalahan bagi koperasi SMB ini," katanya.

Ketua Koperasi SMB Ucik Fatimatuzzahro merasa antusias dengan kehadiran para akademisi di koperasinya. Selama 4 tahun ini, koperasi dengan 111 anggota penjahit ini memproduksi seragam sekolah menjadi berbagai jenis pakaian seperti baju kerja, kaos, hingga busana muslim.

Baginya, pengembangan digitalisasi dapat mempermudah manajemen. Selain itu juga diperlukan dalam upaya memperluas jangkauan usaha.

ADVERTISEMENT

"Kami sangat terbatas dalam hal digitalisasi marketing dan manajemen. Kami berharap ada sistem seperti 'rekam medis' untuk setiap Sumber Daya Manusia (SDM) atau yang bekerja di sini, sehingga performa penjahit dan biaya tenaga kerja tercatat dengan jelas. Dengan database digital, kami bisa menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) lebih efisien dan siap menyasar pasar di luar Pulau Jawa," pungkas Ucik.




(esw/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads