Korban Keracunan MBG Mojokerto Dikunci di Angka 411 Orang, Ini Alasannya

Korban Keracunan MBG Mojokerto Dikunci di Angka 411 Orang, Ini Alasannya

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 14 Jan 2026 20:45 WIB
Bupati dan Menteri HAM Jenguk korban keracunan MBG di RSUD Prof dr Soekandar
Bupati dan Menteri HAM Jenguk korban keracunan MBG di RSUD Prof dr Soekandar. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Pemkab Mojokerto mengunci data korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) soto ayam di angka 411 orang. Artinya, jumlah korban keracunan massal tidak akan bertambah. Berikut alasannya.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) menyatakan total korban keracunan MBG soto ayam adalah 411 orang. Terdiri dari 334 korban dipulangkan karena kondisinya membaik dan 77 pasien yang masih dirawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan.

"Sekarang kami sudah menutup pasien dengan keluhan (keracunan) MBG karena masa inkubasi ini sudah lewat. Jadi, kalau ada keluhan karena MBG, ini karena masa inkubasi sudah lewat, kami sudah tidak menghitung itu lagi," terangnya kepada wartawan di RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto, Rabu (14/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penambahan korban keracunan MBG massal ini terakhir hari ini, yakni 7 orang. Menurut Gus Barra, mayoritas korban berusia anak. Namun, ada beberapa korban orang dewasa karena mencicipi MBG yang dibawa pulang anak mereka.

"Kelihatannya semua komponen yang ada di (MBG) soto ayam (yang menyebabkan keracunan massal)," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Terkait penyebab MBG soto ayam itu beracun, Gus Barra menduga karena cara penyimpanan di SPPG yang tidak sesuai prosedur.

"Bisa jadi karena penyimpanannya. Karena penyimpanannya itu harus suhu minus supaya awet. Lah itu kemarin dicek ke sana (SPPG) kurang dari itu. Jadi, bakteri kemungkinan berkembang," jelasnya.

Namun, sampai saat ini pemeriksaan laboratorium terhadap sampel MBG soto ayam maupun muntahan para korban, belum tuntas. Sampel-sampel diperiksa di Labkesda Kabupaten Mojokerto.

"Hasil lab masih dalam proses analilis dan akan kami laporkan ke BGN. Nanti BGN yang akan bisa menjawab," tandasnya.

Sebelumnya, ratusan pelajar, santri dan keluarga siswa keracunan setelah menyantap MBG soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah. MBG menu soto ayam tersebut dibagikan ke para pelajar dan santri pada Jumat (9/1) pagi dan siang.

Gejala klinis keracunan mulai dirasakan para pelajar dan santri pada Jumat malam dan Sabtu (10/1) pagi. Mereka tiba-tiba pusing, mual, muntah, demam dan diare.

Investigasi gabungan digelar untuk mengungkap penyebab para pelajar dan santri mengalami keracunan massal. Penyelidikan antara lain melibatkan Polres Mojokerto, Kodim 0815, Dinas Kesehatan, serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN).

Selain itu, selama investigasi, BGN juga menghentikan sementara operasional SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, Mojokerto. Setiap harinya, SPPG yang beroperasi sejak 22 September 2025 ini menyediakan 2.679 porsi MBG.

Dapur MBG ini menyuplai makan bergizi gratis untuk 22 sekolah dan pondok pesantren di Kecamatan Kutorejo dan Mojosari. SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Ponpes Al Hidayah berpotensi disetop permanen apabila terbukti melanggar aturan.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads