Ratusan warga miskin di Kota Malang bakal menerima manfaat dari program becak listrik. Hadirnya becak listrik juga diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang Donny Sandito menyatakan bahwa distribusi becak listrik akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama akan dialokasikan bagi 100 calon penerima yang telah melalui proses verifikasi data oleh Dinsos.
"Dari 100 itu hampir 90 persen masuk desil 1 sampai 5," ujar Donny kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Donny menjelaskan, data calon penerima tidak hanya berasal dari Dinas Sosial. Proses pendataan melibatkan sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pemuda Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan sejumlah kelurahan.
"Sumber datanya dari Disporapar, Dishub, paguyuban becak, juga dari wilayah kelurahan. Kami di Dinsos tugasnya memverifikasi data saja," bebernya.
Menurut Donny, kriteria penerima relatif utama yakni benar-benar berprofesi sebagai pengemudi becak. Kemudian, masuk dalam desil 1 hingga 5, artinya dalam kategori miskin ekstrem dan rentan.
"Kalau kriteria yang dipilih ya yang penting pengemudi becak. Mereka yang menerima juga hampir 90 persen masuk desil satu sampi lima. Namun beberapa juga ada yang masuk desil enam," ucapnya.
Donny menyebut pada tahap awal Pemkot Malang menyiapkan sekitar 100 unit becak listrik yang akan didistribusikan kepada para penerima yang telah diverifikasi.
Namun, pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam hal teknis operasional, termasuk distribusi unit, pengaturan lokasi mangkal, hingga pengisian daya becak listrik.
"Kalau kelanjutannya soal ngecharge, terkait tempat mangkal dan lain sebagainya itu ranahnya Dishub dan Disporapar. Kami hanya memverifikasi data penerima," kata Donny.
Terpisah, Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi menambahkan, pemberian bantuan becak listrik wisata ini diharapkan dapat menjadi jawaban atas persoalan pengayuh becak konvensional.
"Harapan kami selain untuk meningkatan kualitas layanan wisata, becak ini nantinya juga bisa meningkatkan kesejahteraan pengayuh becak tradisional," ujar Baihaqi terpisah.
Rencananya, lokasi operasional becak listrik nantinya akan di tempatkan di lokasi strategis termasuk ikonik Kota Malang, Kayutangan Heritage, area wisata, pusat perbelanjaan dan perhotelan.
"Harapan kami segera bisa tersalurkan akhir bulan ini, sehingga segera dapat melayani wisatawan di Kota Malang," pungkasnya.
(ihc/dpe)
