Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Probolinggo menyebabkan dua desa di Kecamatan Krejengan terendam banjir pada Sabtu (17/01/2026) malam. Dua wilayah terdampak tersebut yakni Desa Tanjung Sari dan Desa Kamalkuning.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan mulai turun di wilayah Kecamatan Krejengan sejak pukul 14.00 WIB. Curah hujan yang tinggi membuat debit air sungai meningkat hingga meluap dan menggenangi permukiman warga di kedua desa tersebut.
Di Desa Tanjung Sari, banjir bahkan merendam Pondok Daruttauhid dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Air mulai masuk ke area pondok sekitar pukul 20.00 WIB dan terus naik dalam waktu singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu santri Pondok Daruttauhid, Reza Mahardika, mengatakan banjir terjadi secara mendadak akibat tanggul sungai di belakang pondok jebol.
"Air masuk sekitar jam delapan malam dan langsung besar. Ternyata tanggul sungai yang berada di belakang pondok jebol," ujar Reza.
Banjir Rendam Dua Desa di Kecamatan Krejengan Probolinggo Foto: M. Rofiq/ detikjatim |
Ia menambahkan, ketinggian air saat itu mencapai sekitar 150 sentimeter.
Sementara itu, di Desa Kamalkuning, banjir merendam sekitar 70 rumah warga. Kondisi tersebut memaksa puluhan warga mengungsi ke balai desa serta masjid terdekat untuk menghindari risiko yang lebih besar.
"Yang terendam banjir sekitar 70 rumah. Warga terdampak sudah kami ungsikan ke balai desa dan sebagian ke masjid terdekat," kata Sekretaris Desa Kamalkuning, Edi Haryanto.
Hingga berita ini diturunkan, situasi banjir masih dalam pemantauan aparat desa bersama pihak terkait. Warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi.
(ihc/abq)

