Banjir yang merendam jalur pantai utara (Pantura) Jalan Raya Ir Juanda Kota Pasuruan akibat luapan Sungai Petung, telah surut. Namun, banjir menyisakan lumpur tebal di jalan.
Lumpur menyebabkan jalan raya licin dan membahayakan, terutama pengendara kendaraan roda dua. Petugas BPBD Kota Pasuruan dan relawan langsung melakukan pembersihan lumpur setelah banjir surut.
"Banjir surut sekitar pukul 04.00 WIB, saat proses pembersihan lumpur," keterangan dari Pusdalops BPBD Kota Pasuruan, Rabu (21/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banjir mulai menggenang jalan dan Jembatan Buk Wedi, Selasa (20/1/2026) pukul 20.00 WIB. Semakin lama, air semakin tinggi mencapai 20 sentimeter. Lalu, pukul 21.00 WIB, petugas kepolisian dan Dishub memutuskan menutup jalan dan mengalihkan kendaraan dari kedua arah, yakni arah Surabaya dan arah Probolinggo, dialihkan.
Kendaraan dari arah Surabaya dialihkan ke selatan menuju Simpang Empat Purutrejo ke timur lewat Jalur Lingkar Selatan (JLS). Dari arah timur atau Probolinggo dialihkan ke juga dialihkan ke JLS. Kendaraan roda empat ke atas disarankan masuk tol.
"Saat ini sudah surut. Kendaraan bisa melintas, tapi tetap hati-hati," kata Pengawas Angkutan Jalan dan Terminal UPT P3 LLAJ Probolinggo Dishub Jatim, Yulianto.
Banjir karena luapan Sungai Petung menjadi momok saat musim hujan dan berulang setiap tahun. Banjir merendam jalan raya dan permukiman menyisakan lumpur.
Seringkali, pemotor terpeleset dan jatuh karena jalan licin. Pada banjir yang terjadi Jumat (9/1/2026), pengendara motor asal Jember terpeleset lalu jatuh dan terlindas truk di jalur pantura ini hingga tewas.
(auh/hil)
