BPBD Jatim Ungkap Dampak Banjir Situbondo: Rumah Rusak-Jembatan Putus

BPBD Jatim Ungkap Dampak Banjir Situbondo: Rumah Rusak-Jembatan Putus

Faiq Azmi - detikJatim
Kamis, 22 Jan 2026 17:15 WIB
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

BPBD Jawa Timur mengungkapkan kondisi terkini banjir yang melanda Situbondo. Banjir akibat curah hujan tinggi itu menyebabkan sejumlah rumah warga rusak hingga jembatan penghubung antardesa putus, meski saat ini genangan air dilaporkan mulai berangsur surut.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan, banjir terbaru ada di wilayah Situbondo tepatnya di sekitaran wisata Pantai Pasir Putih, Besuki (Utama Raya). Saat ini, banjir berangsur telah surut dan lalu lintas di sekitar wilayah tersebut mulai bergerak setelah terjadi macet panjang.

"Untuk Situbondo saat ini sudah surut banjir yang terjadi sejak kemarin malam akibat hujan lebat yang mengakibatkan sungai di wilayah tersebut meluap dan menggenangi jalan di wilayah Besuki, Pasir Putih, Utama Raya. Ada lima kecamatan terdampak, Banyuglugur, Besuki, Subo, Bungatan, dan Mlandingan," kata Gatot di sela-sela mendampingi kunjungan Komisi VIII DPR RI di Kantor BPBD Jatim, Kamis (22/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gatot menyebut ketinggian air sempat mencapai 60 cm. Saat ini, ketinggian air sudah mulai surut dan lalu lintas mulai lancar.

ADVERTISEMENT

"Semalam ketinggian air tingginya mencapai 60 cm dan mengganggu arus lalu lintas terjadi kemacetan panjang semalam sampai dinihari," tambahnya.

"Banjir di Situbondo disebabkan curah hujan tinggi. Alhamdulillah hari ini sudah mulai surut dan berangsur normal lalu lintas," tambahnya.

Gatot menyebut dampak banjir Situbondo menyebabkan sejumlah rumah rusak, hingga jembatan penghubung desa putus akibat derasnya arus banjir.

"Dampaknya rumah rusak sedang 1 unit, rusak berat 3 unit, tempat usaha 1 unit, tanggul jebol ada satu, jembatan antar desa satu putus. Kita masih terus assesment, bantuan BPBD Jatim terkait logistik juga sudah dikirim ke Situbondo," tambahnya.

Sementara saat menerima kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI, Gatot memaparkan sejumlah upaya BPBD Jatim dalam mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem.

"Hari ini kami kedatangan Komisi VIII DPR RI untuk melihat kesiapsiagaan BPBD Jatim. Karena data yang dikeluarkan oleh BMKG, bahwa sampai akhir Januari kondisi Jawa Timur masih rentan akan bencana yang disebabkan cuaca ekstrem," jelasnya.

Di hadapan Anggota DPR RI Komisi VIII, Gatot menyebut curah hujan di Jatim pada Januari ini meningkat pesat dibanding Desember 2025 lalu. Pihaknya telah melakukan sejumlah upaya salah satunya dengan operasi modifikasi cuaca (OMC).

"Bahwa 58 persen potensi hujan di Jatim terjadi pada bulan Januari. Beberapa langkah telah kami lakukan dan itu dicek teman-teman DPR RI. Kami mengajak teman-teman DPR RI meninjau bagaimana kami memberi edukasi, kemudian alat-alat bencana apa saja yang kami gunakan untuk mengantisipasi bencana, dan kami lakukan OMC," jelasnya.

"Alhamdulillah program OMC ini sudah dilakukan sejak 5 Desember 2025 dan akan berakhir 31 Januari 2026. Kami sampaikan terima kasih atas kunjungan Komisi VIII DPR RI," tandasnya.




(faa/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads