Kembali Terjadi, 9 Siswa SMK di Tulungagung Diduga Keracunan MBG

Kembali Terjadi, 9 Siswa SMK di Tulungagung Diduga Keracunan MBG

Adhar Muttaqin - detikJatim
Kamis, 22 Jan 2026 20:07 WIB
Sejumlah siswa SMK di Tulungagung dirawat di Puskesmas diduga keracunan MBG.
Sejumlah siswa SMK di Tulungagung dirawat di Puskesmas diduga keracunan MBG. (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung dilarikan ke Puskesmas Beji karena mengalami gejala keracunan makanan. Sebelumnya para siswa mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah seorang siswa Kelas X SMK Sore Tulungagung, Farhan Surya mengaku merasakan mual hebat setelah beberapa jam menyantap menu MBG berisi ikan patin, jeruk, kedelai, dan sayur.

"Tidak langsung terasa, tapi beberapa jam setelahnya baru merasakan mual," kata Farhan, Kamis (22/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku belum mengkonsumsi makanan lain selain menu MBG yang dibagikan di sekolah.

Menurutnya, kondisi serupa juga dialami beberapa temannya. Akhirnya para siswa itu dilarikan ke Puskesmas Beji untuk mendapatkan penanganan medis.

ADVERTISEMENT

Sementara itu Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tulungagung, dr Aris Setiawan mengatakan jumlah siswa yang dibawa ke Puskesmas sebanyak 9 orang. Namun, tidak menutup kemungkinan jumlahnya bertambah.

"Keluhannya mual, muntah dan ada juga yang diare," kata dr Aris.

Saat ini para siswa yang mengalami gejala keracunan telah mendapatkan penanganan pertama dari tim medis. Mereka akan menjalani observasi lanjutan guna memastikan ada tidaknya keluhan lain.

"Kami tetap memantau, meningkatkan kewaspadaan paling enggak sampai 3X24 jam ke depan. Kami juga sudah menyampaikan ke teman-teman khususnya dari 32 puskesmas harus ready nanti ke depannya," ujarnya.

Dokter Aris mengaku belum bisa memastikan sumber makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan para siswa SMK Sore tersebut. Menurutnya dari hasil konfirmasi pihak sekolah, sebagian siswa sempat membeli jajanan sebelum mengkonsumsi menu MBG dari SPPG Myoketen I.

Hal itu terjadi karena ada rencana perubahan jadwal distribusi MBG dari yang semula pukul 9.00 WIB menjadi siang hari.

"Sasarannya kan banyak, ada 2.900. Sementara dari pihak dapur saat ini masih mampu di 2.600-an. Ada rencana untuk menggeser di jadwal siang supaya ada persiapan yang lebih panjang untuk penyiapan di dapur," kata Aris.

Untuk proses selanjutnya Dinas Kesehatan Tulungagung akan melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui secara pasti penyebab dugaan keracunan tersebut. Rangkaian pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa juga akan dilakukan.

Insiden keracunan massal menu MBG sudah 3 kali terjadi di Tulungagung. Yakni di SMPN 1 Boyolangu, SMKN 3 Boyolangu, dan terakhir di SMK Sore Tulungagung.




(ihc/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads