Tren Gangguan Penglihatan, Senator Lia Istifhama Apresiasi Peran RSMM

Tren Gangguan Penglihatan, Senator Lia Istifhama Apresiasi Peran RSMM

Aprilia Devi - detikJatim
Sabtu, 24 Jan 2026 11:00 WIB
Lia Istifhama saat mengunjungi RSMM Jawa Timur
Lia Istifhama saat mengunjungi RSMM Jawa Timur (Foto: Dok. Istimewa)
Surabaya -

Tren gangguan kesehatan mata di tengah masifnya aktivitas digital terus menunjukkan peningkatan. Kondisi itu mendorong pentingnya kehadiran layanan kesehatan mata yang komprehensif dan terjangkau.

Jawa Timur tercatat menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki rumah sakit mata khusus milik pemerintah daerah. Keberadaan Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) Jawa Timur pun mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jatim, Lia Istifhama.

Ia menilai, Pemprov Jatim serius menjawab tantangan kesehatan mata masyarakat melalui pengelolaan RS mata milik daerah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apresiasi itu disampaikan Lia Istifhama saat melakukan kunjungan langsung ke RSMM Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, ia menyebut Pemprov Jatim telah membaca tantangan kesehatan di masa depan, khususnya meningkatnya gangguan mata seiring tren digitalisasi.

"Penggunaan gawai yang masif, aktivitas digital berkepanjangan, dan tuntutan kerja visual tinggi membuat masalah kesehatan mata meningkat. RS Mata milik Pemprov Jatim ini menjadi langkah antisipatif yang sangat tepat," ujar Ning Lia, sapaan akrabnya, Sabtu (24/1/2026).

ADVERTISEMENT

Peningkatan kebutuhan layanan mata itu juga tercermin dari tren kunjungan pasien RSMM Jawa Timur yang terus naik. Data rumah sakit mencatat, kunjungan gawat darurat pada 2023 sebanyak 2.049 pasien, meningkat menjadi 2.106 pada 2024, dan melonjak signifikan pada 2025 hingga mencapai 3.078 kunjungan.

Sementara kunjungan rawat inap juga menunjukkan tren serupa. Pada 2023 tercatat 1.946 pasien, meningkat menjadi 1.982 pasien pada 2024, dan kembali naik menjadi 2.060 pasien sepanjang 2025.

Menurut Lia, tren tersebut menjadi indikator bahwa kebutuhan layanan kesehatan mata semakin mendesak dan memerlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat maupun daerah.

"Ibu Gubernur Khofifah sangat serius dalam layanan kesehatan mata dengan penguatan fasilitas rujukan dan tenaga medis," bebernya.

Dalam kunjungannya, Lia juga meninjau berbagai fasilitas RSMM, mulai dari ruang tunggu, kamar VIP, hingga fasilitas kesehatan mata dan sistem pneumatic tube untuk mempercepat pengiriman obat. Ia mengaku terkesan dengan kondisi rumah sakit tersebut.

"Rumah sakitnya sungguh bersih, wangi, super keren," paparnya.

Saat ini, RSMM Jawa Timur sendiri memiliki sejumlah layanan unggulan nasional, di antaranya layanan Infeksi dan Imunologi Mata, Glaukoma, Vitreoretina, Rekonstruksi, Okuloplasti dan Onkologi Mata, Low Vision dan Lensa Kontak, serta Katarak dan Bedah Refraktif. RS ini juga dilengkapi layanan laser dan berstatus sebagai rumah sakit rujukan nasional.

Selain layanan medis, RSMM Jawa Timur didukung teknologi dan sistem penunjang modern, termasuk penggunaan pneumatic tube system untuk mempercepat pengiriman obat, rekam medis, dan dokumen medis antar-unit. Rumah sakit ini juga menerapkan standar kebersihan tinggi dengan sistem sirkulasi udara ketat untuk meminimalkan risiko infeksi.

Di bidang pendidikan, RSMM Jawa Timur menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), sebagai rumah sakit pendidikan dan pelatihan.

RSMM Jawa Timur bahkan juga menjadi pusat rujukan pasien tidak hanya dari kabupaten/kota di Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

Lia pun menegaskan, keberadaan RS Mata Masyarakat Jawa Timur perlu diperkuat dengan dukungan kebijakan nasional karena fungsinya yang strategis sebagai rumah sakit rujukan sekaligus pusat pendidikan dan pengembangan layanan kesehatan mata.

"Ini aset strategis Jawa Timur sekaligus nasional. Negara harus memastikan keberlanjutan layanan, teknologi, dan SDM-nya agar mampu menjawab tantangan kesehatan mata masyarakat ke depan," tegasnya.

Direktur RSMM Jawa Timur dr. A. A. Ayu Mas Kusumayanti, M.Kes turut menjelaskan RSMM terus dikembangkan sebagai rumah sakit berbasis kompetensi, baik dari sisi layanan, pendidikan, maupun pengembangan layanan unggulan.

"RSMM Jawa Timur dikembangkan sebagai rumah sakit berbasis kompetensi, termasuk pemenuhan layanan spesialistik, pengembangan layanan baru, serta pelaksanaan rumah sakit pendidikan dan pelatihan," jelasnya.




(hil/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads