Posko Kesehatan Didirikan untuk Bantu Warga Terdampak Banjir Situbondo

Posko Kesehatan Didirikan untuk Bantu Warga Terdampak Banjir Situbondo

Chuk Shatu W. - detikJatim
Minggu, 25 Jan 2026 18:00 WIB
Posko kesehatan di Banyuglugur Situbondo
Posko kesehatan di Banyuglugur Situbondo (Foto: Chuk Shatu W/detikJatim)
Situbondo - Dinas Kesehatan Situbondo mendirikan posko kesehatan di lokasi terdampak banjir bandang untuk membantu warga yang membutuhkan penanganan medis. Keluhan terbanyak yang ditangani petugas berupa luka pada bagian kaki.

Luka tersebut umumnya dialami warga akibat menginjak benda tajam yang tertutup lumpur pascabanjir.

Kepala Dinas Kesehatan Situbondo Dwi Herman Susilo mengatakan, posko kesehatan difokuskan di wilayah terdampak paling parah, yakni Kecamatan Banyuglugur.

"Pada periode pertama 5 hari sejak kejadian, yaitu mulai hari Kamis (22/1/2026)," jelasnya, Minggu (25/1/2026).

Meski demikian, Dwi menyebut masa operasional posko kesehatan bisa diperpanjang menyesuaikan kondisi di lapangan pascabanjir.

"Selain luka ringan, ada pula yang mengeluhkan gatal-gatal. Mungkin dampak karena lama berada di kondisi berair dan lembab," imbuhnya.

Lebih jauh diterangkan Dwi, banyak pula warga yang mendatangi posko kesehatan mengeluh karena terserang demam, flu, serta masuk angin.

"Karena memang situasi dan kondisi darurat. Pun cuaca hujan terus disertai angin. Sementara kondisi fisik pasti sedang drop," pungkas Dwi Herman Susilo.

Sebelumnya, ada lima kecamatan di wilayah Situbondo terjadi banjir bandang, Rabu (21/1/2026) malam. Banjir disebabkan curah hujan tinggi di kawasan hulu atau pegunungan di atas.

Akibatnya, sungai tak dapat lagi menampung air yang mengalir membawa beberapa material baru dan lumpur. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Banyuglugur dan Besuki.


(auh/hil)
Berita Terkait